Penjual makanan mitra Gets id UNDIP Semarang sedang menyiapkan pesanan konsumen. Foto: dok

SEMARANG (Jatengdaily.com)– Alumni dan sejumlah mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang yang berasal dari berbagai fakultas dan angkatan, berhimpun mengembangkan bisnis rintisan (startup) Gets id untuk menumbuhkan ekonomi di lingkungan masyarakat tempat usaha berada.

Startup yang menggandeng UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) ini memiliki keunggulan berani menawarkan gratis ongkos kirim untuk para penggunanya.

Gets id tergerak untuk memfasilitasi UMKM, khususnya yang menghasilkan barang-barang kebutuhan primer dengan bahan baku lokal dan tidak tergantung bahan baku impor, agar mereka bisa tetap bergerak meski pada kondisi pandemi Covid-19. Pilihan mengandeng produsen barang primer berbahan baku lokal juga karena pertimbangan ke depan usaha seperti ini lebih strategis.

”Yang kami fokuskan sementara ini adalah penjualan ke konsumen yang lokasinya berdekatan dengan produsen,”kata Dwi Aji Prasetyo, salah satu tim Startup Gets id, Sabtu (19/9/2020).

Menurut Aji selaku UX Researcher Gets id, konsep mengutamakan konsumen yang dekat dengan produsen adalah untuk menumbuhkan ekonomi lingkungan. Dalam konsep Gets id, saat ini masih dibatasi di radius 500m s/d 5km dari titik produsen, sehingga barang yang dipesan bisa diantar sendiri oleh penyedia jasa. “Karena itu kami tidak memungut ongkos kirim alias gratis,” tambah dia.

Pendiri dan tim Gets id yang terdiri dari Prima, yang merupakan alumni D3 Teknik Elektro Undip, Dwi Aji Prasetyo (Mahasiswa Program Studi Instrumentasi dan Elektronika di sekolah Vokasi), serta Sulistyo (Mahasiswa Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Undip).

Mereka melihat perlunya memperkuat jaringan ekonomi dan monetisasi di lingkungan kecil dimana kekuatan Indonesia bertumpu pada UMKM. Memetik pengalaman dari krisis moneter 1998 UMKM yang memanfaatkan sumber daya dan bahan baku lokal menjadi penghela perekonomian nasional sehingga bisa bangkit lagi.

Data tahun 2018, menurut DataBoks, jumlah UMKM di Indonesia mencapai 60 juta, sementara yang sudah memanfaatkan platform digital baru 18% atau sekitar 9 juta unit usaha. Artinya masih ada sekitar 82% UMKM yang belum memanfaatkan teknologi digital. Jika tidak ada dorongan, ditambah kondisi wabah Covid-19 yang mengatur perlunya pembatasan sosial dan pembatasan jarak, dikhawatirkan UMKM banyak yang terhambat pengembangan perannya.

Melihat kondisi itu, Prima dan kawan-kawan mantap mengembangkan startup Gets.id sebagai marketplace yang menghubungkan para pemilik UMKM dengan konsumen terdekat di area sekitar. Aplikasi yang diluncurkan pekan pertama September 2020 ini memiliki dua aplikasi yang sudah bisa diunduh di playstore atau website gets.id, yaitu aplikasi “Gets Seller” untuk Penjual dan Aplikasi “Gets id” untuk pembeli,” ujar Prima.

Aplikasi Gets id serta Gets Seller juga sudah tersedia di Google Play Store, sehingga para user dapat dengan mudah mendownloadnya.

Sebenarnya saat ini Gets id mempunyai 4 layanan yang ditawarkan, yaitu Gets Food untuk mempermudah pemesanan makanan, Gets Daily untuk memesan kebutuhan sehari-hari, Gets Service untuk terhubung dengan penyedia jasa, dan Gets Cook untuk kebutuhan bahan memasak. Sementara layanan Gets id masih untuk Kota Semarang dan sekitarnya. Namun ke depan tidak tertutup kemungkinan dibuka di kota lainnya di Indonesia.

Untuk memperkuat jaringan, Gets id menjalin kerja sama dengan Program Wirausaha Mahasiswa (PWM) Undip yang mempunyai produk untuk dijual belikan dalam Platform Gets id. Sehingga produk-produk yang dijual bisa mendapatkan profit lebih cepat. Selaku founder, Prima berharap Gets id dapat menjadi solusi bagi para UMKM untuk dapat menjangkau konsumen terdekat dan meningkatkan pendapatan secara signifikan. Gets id tentu memudahkan para UMKM tersebut untuk memasang produk di aplikasi dan menjadi katalog online bagi para konsumen mereka. she

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here