Tak Bisa Mudik, Untag Bantu Sembako 17 Mahasiswa Asal NTT

0
104
Rektor Untag Prof Dr H Suparno MSi menyerahkan bantuan paket sembako dan uang tunai bantuan pribadi dari Rektor kepada para mahasiswa Untag asal NTT di Gedung Grhaha Kebangsaan Kampus Merah Putih, Bendan Semarang, Selasa (19/5). Foto:dok

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang memberikan bantuan kepada para mahasiswa NTT yang terdampak Covid-19. Bantuan berupa kebutuhan pokok antara lain beras, minyak goreng, gula, kopi, dan mie instan disampaikan oleh Rektor Untag, Prof Dr H Suparno MSi di Grhaha Kebangsaan, Kampus Untag Bendan, Selasa (19/5).

Selain memberikan bantuan sembako, secara pribadi Rektor Untag juga memberikan stimulus uang sebagai bekal tambahan kepada para mahasiswa Untag asal NTT yang tidak mudik akibat terdampak Covid-19.

Rektor Untag Prof Dr H Suparno MSi meminta kepada para mahasiswa NTT untuk mematuhi disiplin dalam masa pandemi Covid-19 yang kini menerjang Indonesia. Disiplin yang harus dipatuhi tersebut, meliputi disiplin cuci tangan rutin menggunakan sabun, disiplin menjaga jarak, disiplin mengenakan masker dan disiplin mematuhi protokoler kesehatan yang telah diatur dan ditentukan oleh pemerintah.

”Bantuan paket sembako yang diberikan Untag kepada para mahasiswa tersebut diharapkan bisa sedikit meringankan beban, karena mereka secara protokoler kesehatan tidak mudik ke kampung halamannya, sehingga harus mendapatkan perhatian. Untag secara khusus menyampaikan terima kasih kepada para mahasiswa Untag asal NTT yang menjadi ‘pejuang’ karena tidak bisa mudik ke NTT,” ujar Suparno.

Suparno menambahkan, pada masa pandemi Covid ini, Untag juga memberikan bantuan uang pulsa senilai Rp 50 ribu. Bantuan uang pulsa itu, lanjut Suparno, dipotongkan dari alokasi uang kuliah. ”Jadi nanti saat bayar kuliah mahasiswa akan dipotong Rp 50 ribu sebagai ganti uang pulsa,” ujar Suparno.

Para mahasiswa NTT menerima bantuan sembako dari Untag di Grhaha Kebangsaan Kampus Merah Putih, Bendan, Selasa (19/5). Foto:dok

Begitu mendapatkan paket sembako, belasan mahasiswa yang kuliah di Untag Semarang itu tampak bahagia. Dengan situasi yang tidak jelas kapan berakhirnya wabah Covid, mahasiswa asal Siak itu hanya bisa berhemat. Maria, seorang mahasiswi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang, mengaku tidak bisa pulang di tengah ketidakpastian wabah Covid ini. Tidak ada pesawat terbang, sebagaimana dia pulang ke rumahnya di Siak.

“Saya kini mulai berhemat, kadang kewalahan juga untuk memenuhi makan sehari-hari. Dengan adanya bantuan dari kampus Untag ini sangat terbantu,” ujarnya.

Tak jauh berbeda disampaikan oleh Romi, mahasiswa FISIP Untag. Pihaknya menyampaikan terima kasih kepada Rektor Untag Prof Dr Suparno yang telah memperhatikan nasib para mahasiswa NTT yang tidak bisa mudik pada Lebaran ini karena mematuhi aturan pemerintah untuk tidak mudik.

”Bantuan ini sangat membantu rekan-rekan mahasiswa Untag asal NTT yang terpaksa tidak bisa mudik ke kampung asalnya masing-masing di NTT,” ujar Romi. st

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here