Takut Terpapar Covid, Tuna Netra Tak Mau Memijat Pemudik

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo didampingi Ketua Umum Yayasan Pusat Kajian dan Pengembangan Islam (YPKPI) Masjid Raya Baiturrahman Dr KH Ahmad Darodji MSi saat berdialog dengan Nukman, Ketua Ikatan Tuna Netra Muslim Indonesia (ITMI) Kota Semarang, Senin (4/5). Foto:dok

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Physical Distancing atau menjaga jarak juga dilakukan para pemijat di Kota Semarang. Untuk menjaga jarak aman dari penyebaran dan penularan Covid-19, mereka mengikuti protokol kesehatan yang diberikan pemerintah. ‘’Kami sudah siapkan tempat cuci dengan sabun dan cairan handsanitizer,’’ kata Nukman.

Pemijat yang juga Ketua Ikatan Tuna Netra Muslim Indonesia (ITMI) Kota Semarang itu, Senin (4/5) wajahnya tarlihat sumringah. Dia sempat berdialog dan curhat kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di aula Masjid Raya Baiturrahman, Simpanglima Semarang. Nukman menjadi salah satu perwakilan yang menerima bingkisan takjil dari  Yayasan Pusat Kajian dan Pengembangan Islam (YPKPI) Masjid Raya Baiturrahman.

‘’Sampean kerjaane nopo,’’ tanya Gubernur. ‘’Mijet pak Gubernur,’’ jawab Nukman didampingi Pembina ITMI Zainal Petir. ‘’Apa masih ada yang berani pijat situasi begini?,’’ tanya Pak Ganjar lagi. Nukman mengatakan, situasi pandemi Corona banyak yang takut pijat.

Akibatnya pemasukan menurun bahkan tidak dapat sama sekali. Bahkan dia dan teman-temanya tidak mau memijat para pemudik yang berasal dari Jakarta. Caranya bagaimana supaya tahu pemakai jasa pijat dari daerah mana? ‘’Ya kami basa-basi ngobrol sebelum memijat. Kalau tahu dari Jakarta dengan cara halus kami menolaknya,’’ tutur Nukman.

Yayasan Pusat Kajian dan Pengembangan Islam (YPKPI) Masjid Raya Baiturrahman, menyerahkan bantuan takjil sebanyak 5 ton. Bantuan itu berasal dari Gubernur Jateng, Pengusaha H Harsono dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Baiturrahman. ‘’Kami menyiapkan 1.000 paket berisi beras, minyak, gula dan mie instan,’’ kata Drs KH Anasom M.Hum, Ketua I Masjid Raya Baiturrahman.

Ketua Umum YPKPI Dr KH Ahmad Darodji MSi menjelaskan, takjil tersebut biasanya diserahkan pada malam Idul Fitri di aula Masjid Raya Baiturrahman. ‘’Karena situasi yang mendesak, kami keluarkan sekarang,’’ katanya.

Untuk menghindari kerumunan atau berkumpulnya orang, pengurus Masjid membagi dan mendistribusikannya ke rumah. ‘’Kami berharap bantuan ini bisa meringankan beban masyarakat yang bertambah berat akibat dampak dari pandemi Covid-19 ini,’’ tutur Ketua Umum MUI Jateng itu.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang didampingi Kepala Biro Kesra Imam Masykur mengingatkan, apabila masyarakat mau disiplin dan mengikuti protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah, pandemi Covid-19 akan cepat berlalu. Tetapi situasi ini bisa lama apabila masyarakat tidak disiplin. ‘’Karena itu mari semuanya disiplin memakai masker, menjaga jarak, menerapkan pola hidup sehat dan menjaga kesehatan,’’ kata Gubernur. st

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here