Ilustrasi pasar. Foto: jatengdaily.com/wing

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Pasar tradisional sebagai salah satu cluster penyebaran virus Corona (COVID-19), di Kota Semarang.

Hal ini dengan ditemukannya sejumlah pedagang yang positif Corona. Dan langkah yang dilakukan oleh Pemkot Semarang pun, sampai pekan ini, adalah dengan mensetirilkan pasar dengan menutup beberapa hari, yakni minimal tiga hari.

Sedikintya sembilan pasar tradisional sudah ditutup untuk disterilkan, dan sudah dibuka lagi sesuai jadwal masing-masing. Terakhir, kemarin adalah pasar Gayamsari yang diseterilkan dan ditutup tiga hari mulai hari Minggu (21/6/2020).

Menyikapi kondisi ini, selain melakukan seterilisasi dengan penyemprotan disinfektan, Dinas Perdagangan Kota Semarang juga memberikan fasilitas kepada para pedagang.

Para pedagang yang harus menerapkan SOP Kesehatan saat beraktivitas ini pun membuat Dinas Perdagangan memberikan fasilitas pelindung diri berupa face shield kepada pedagang.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fravarta Sadman mengatakan beberapa pasar tradisional telah menjadi tempat penularan COVID-19 yang dibuktikan dengan hasil tes massal yang dilakukan Dinas Kesehatan.

Sehingga alat pelindung diri yang saat ini dibutuhkan para pedagang yakni face shield, diharapkan bisa memberikan rasa aman kepada para pedagang.

Fravarta mengakui anggaran Dinas Perdagangan yang terbatas membuat dirinya tidak dapat memenuhi face shield untuk pedagang di seluruh Pasar Tradisional di Kota Semarang.

Oleh karena itu saat ini pihaknya sedang berupaya menggandeng pihak ketiga agar turut membantu penyediaan face shield atau alat pelindung lainnya bagi para pedagang pasar tradisional.

Selain itu penataan ulang tempat jualan juga dilakukan Dinas Perdagangan, termasuk memberi penyekat antar pedagang. Namun hal itu, ditambahkan Fravarta baru dilakukan di beberapa pasar salah satunya di Pasar Bulu dan Pasar Pedurungan. Namun kedepannya dirinya berharap upaya serupa juga bisa diterapkan di seluruh pasar lainnya. she