DEMAK (Jatengdaily.com) – Ribuan warga Desa Bedono, Sayung, Kabupaten Demak setiap hari harus bergelut dengan rob. Betapa tidak, sejak enam bulan terakhir ini akses jalan menuju desa Bedono nyaris tidak terlihat, karena terendam banjir rob. Kini sedikitnya 1.102 rumah warga Desa Bedono, Sayung, terendam air rob.
”Ya beginilah desa kami saat ini. Setiap haru 1.102 rumah milik warga Bedono dikepung banjir rob. Banjir rob mulai pukul 09.00 WIB mulai surut pukul 20.00 WIB. Rob akhir-akhir ini memang tinggi sekali,” kata Agus Salim, kepala Desa Bedono, Kamis (18/6/2020).
Dia menambahkan, warga Dukuh Mondoliko, Desa Bedono saat ini masih tinggal sekitar 127 KK. Mereka setiap hari terisolasi karena jalan kabupaten yang menyambungkan Kecamatan Genuk, Kota Semarang hingga Tambak Bulusan, Demak terputus dan terendam air rob sejak 15 tahun lalu.
”Sejak sekitar 15 tahun lalu hingga kini, jalan kabupaten yang menghubungkan wilayah Kecamatan Genuk, Semarang dan Tambak Bulusan, Kabupaten Demak tak bisa lagi dilewati. Putusnya jalan kabupaten tersebut mulai dari Dukuh Pandansari hingga Dukuh Bedono, Desa Bedono sepanjang 2,5 km hingga saat ini belum dibangun lagi.” katanya.
Akibatnya warga Dukuh Mondoliko, Desa Bedono terisolasi. Misalnya, warga mau mengurus surat-menyurat di Balai Desa Bedono yang terletak di Dukuh Morosari maupun beraktivitas sehari-hari baik ke pasar, kerja di pabrik harus melalui jalan poros desa yang menyambungkan Dukuh Mondoliko dan Dukuh Sodong, Desa Sidogemah, Kebupaten Demak yang lebarnya 1,5 meter sepanjang 2,5 Km.
”Prihatin sekali, jalan satu-satunya yang bisa warga andalkan untuik dilalui setiap hari juga terendam rob. Bahkan, air rob sudah mulai menggenangi ruas jalan itu mulai pukul 06.00 – 20.00 WIB,” ujarnya. st


