Webiner Industri dan Lingkungan Seri 2, yang digelar Pusat Riset Teknologi Hijau Green Technology Research Center Sekolah Pasca Sarjana Undip dan Kementerian Perindustrian, bertajuk Pengembangan dan Implementasi Kawasan Industri Hijau, Sabtu (25/7/2020). Foto: tangkapan YouTube

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Dekan Sekolah Pasca Sarjana Undip Dr RB Sularto mengatakan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, mendukung kebijakan pemerintah, khususnya Kementerian Perindustrian untuk membentuk kawasan industri hijau (KIH) atau eco industrial park. Sebab, penataan kawasan industri hijau pada hakekatnya merupakan itikat yang baik dan bisa menciptakan efisiensi industri dalam negeri yang ramah lingkungan.

‘’Kami menyelenggarakan kegiatan ilmiah daring untuk pengembangan teknologi hijau ini, banyak hal dari sisi akademis, praktis dan kebijakan yang didiskusikan. Juga sebagai kesempatan berharga bagi kami dalam kajian efisien energi di kawasan industri,’’ jelasnya, Sabtu (25/7/2020).

Dr Sularto mengatakan hal ini dalam Webiner Industri dan Lingkungan Seri 2, yang digelar Pusat Riset Teknologi Hijau Green Technology Research Center Sekolah Pasca Sarjana Undip dan Kementerian Perindustrian, bertajuk Pengembangan dan Implementasi Kawasan Industri Hijau, Sabtu (25/7/2020), yang dimoderatori oleh Dekan Fakultas Teknik Undip, Prof M Agung Wibowo

Hadir dalam kesempatan ini sejumlah nara sumber. Diantaranya adalah Prof Purwanto dari Pusat Riset Teknologi Hijau, Sekolah Pasca Sarjana, Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Undip yang membawakan tema Menuju Kawasan Industri.

Tak bisa dipungkiri saat ini, sejumlah kabupaten/kota  menjadi pusat pengembangan kawasan industri. Oleh karenanya, dukungan pemerintah dalam menciptakan kawasan industri itu menjadi KIH, menjadi keharusan.

Menyikapi kondisi ini Purwanto mengatakan, dalam pengembangan KIH harus dirancang sejak awal. Atau bisa juga menghijauakan kawasan indfustri yang telah beroperasi.  ‘’Untuk menciptyakan KIH butuh pendekatan dan praktek, untuk menciptakan produksi bersih (cleaner produkction).

Purwanto mengatakan, pada intinya kawasan industri hijau, terjadi adanya saling sinergi antar industri dalam suatu kawasan, dan  membentuk  jejaring industri (eco industrial net work). Dimana dalam kawasan ini menerapkan prisnsip ramah lingkungan. Dimana pelaku-pelakunya secara bersama meningkatkan kinerja lingkungan, ekonomi, dan sosialnya melalui kerjasama dan mengelola issu lingkungan dan sumberdaya.  ‘’Dengan bekerjasama akan diperoleh manfaat bersama yang lebih besar,’’ jelasnya.

Lebih lanjut menurutnya, ke depan konsep kebijakan KIH akan menjadikan kawasan industri cerdas. Dimana yang awalnya hanya merupakan kawasan industri, kemudian  berkonsep menjadi kawasan industri halal, kemudian menjadi KIH.

Dalam perencanaan KIH harus memiliki desain berdasarkan sejumlah parameter. Diantaranya meliputi fasilitas bersama (industri, komersial, pertanian, permukiman dan rekreasi). Juga ketersediaan listrik, air, uap air. Penyediaan instalasi pengolahan limbah bersama, daur ulang limbah, reparasi perlatan, riset dan pendidikan serta pelatihan bagi tenaga kerjanya.

Lebih lanjut menurutnya, yang butuh perhatian juga dalah efisiensi pemakaian bahan baku dan material dengan pembatasan pemakaian bahan berbahaya dan beracun. Juga efiensi energi dan pengolahan limbah yang bisa dilakukan dengan cara reuse, reduce, dan recycle.

‘’Efisiensi energi dan juga mendesain ulang pemakaian energi juga sangat penting diperhatikan. Juga memperhatikan masyarakat sekitar kawasan industri, dimana bisa menciptakan situasi sosial yang baik,’’ jelasnya.

Jika ada kawasan yang belum didesain KIH, maka ada tahapan-tahapan yang bisa dilakukan. ‘’Yang penting harus ada komitmen antar top industri di sana untuk saling bekerjasa. Dengan kerja sama maka akan bisa saling memanfaatkan, saling suplai, dan membat simbiosis dalam suatu kawasan. Hal ini bisa dimuai dari identifikasi, peluang kerjasama dan dibuat simbiosis saling menguntungkan untuk meningkatkan kinerja lingkungan. Kita bisa mencotoh KIH yang sudah ada,’’ jelasnya. She

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here