By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Antisipasi Keramaian, Kepala Daerah Diminta Cek Langsung Perayaan Imlek
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Antisipasi Keramaian, Kepala Daerah Diminta Cek Langsung Perayaan Imlek

Last updated: 31 Januari 2022 13:28 13:28
Jatengdaily.com
Published: 31 Januari 2022 13:26
Share
Ilustrasi Imlek. Foto: Yanuar
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)– Gubernur Ganjar Pranowo meminta seluruh kepala daerah di Jawa Tengah keliling di wilayahnya, untuk memastikan tidak ada perayaan Tahun Baru Cina atau Imlek 2022. Sebab, peningkatan kasus Covid-19 mulai terjadi di beberapa daerah.

Hal itu disampaikan Ganjar saat memimpin Rapat Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di Ruang Rapat Gedung A Kantor Pemprov Jateng, Senin (31/1/2022).

Ganjar menerima laporan dari Wali Kota Hendrar Prihadi terkait perkembangan kasus di Semarang.

Dalam kesempatan tersebut wali kota yang akrab disapa Hendi itu menyampaikan, kecepatan sebaran corona di Semarang hari ini luar biasa, tepatnya seminggu terakhir, meski kesembuhannya juga cepat.

“Hemat saya, dalam situasi ini kami sekarang siasati adalah untuk tidak ada perayaan (Imlek), tapi pertemuan antarkeluarga di restoran yang akan kita sikapi,” ujar Hendi.

Menanggapi itu, Ganjar meminta pada seluruh kepala daerah dan jajaran Forkopimda untuk berpatroli yang bersifat persuasif. Tujuannya, sosialisasi agar tak terjadi kerumunan.

“(Perayaan Imlek) mulai nanti malam, kerumunan dibatasi. Rasa-rasanya hari ini kita mulai patroli, soft saja,” katanya.

Ganjar mengatakan, laporan yang diterima beberapa tempat ibadah yang menggelar perayaan Imlek dipastikan terbatas. Namun tidak menutup kemungkinan, kerumunan akan tetap terjadi.

“Karena tingkat abainya masyarakat cukup tinggi, maka sekarang di tengah keramaian wajibnya pakai masker. Selanjutnya diatur pelan-pelan,” kata Ganjar.

Ganjar yang Minggu (30/1/2022) kemarin melihat langsung kesiapan perayaan Imlek terbatas di Kelenteng Tien Kok Sie, Surakarta, mengatakan, sosialisasi harus mulai digemborkan. Ini menjadi tugas utama, setelah Jogo Tonggo diaktifkan.

“Saya minta kepada Forkompimda dipimpin oleh bupati/ wali kota untuk keliling hari ini sampai dengan besok, ketemu dengan warga untuk menyampaikan kembali sosialisasi prokes, kita mintakan agar ini bisa digalakkan setelah rapat ini secara serentak,” tegas Ganjar.

Sebagai informasi, data terakhir penambahan kasus Covid-19 di Jawa Tengah per 30 Januari 2022 sebanyak 202 kasus. Hingga kini, Ganjar menegaskan belum ada lagi penambahan kasus dengan varian Omicron, namun pengecekan sampel terus dilakukan. she 

You Might Also Like

LAZiS Jateng Salurkan 2 Juta Liter Air Bersih Bantu Warga Terdampak Kekeringan di 170 Titik
Giliran Eks PSS Sleman Aaron Evans Gabung Persis Solo
Program Speling di Jateng Sudah Sasar 17.900 Jiwa, Cek Kesehatan Gratis 3,8 Juta Orang
9 Pelaku Premanisme di Solo Ditangkap, Pelaku Lain Diburu
Mat Solar ‘Bajuri’ Meninggal Dunia
TAGGED:Ganjar Pranowokepala daerahperayaan imlek
Share This Article
Facebook Email Print
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?