Warga Sidogemah, Demak demo, menyusul ganti rugi terdampak jalan tol yang masih belum terbayar semua. Foto: she

DEMAK (Jatengdaily.com)– Pembahasan terkait ganti rugi warga yang rumahnya terdampak pembangunan tol Semarang – Demak, akan dilakukan warga dengan pihak kepala desa, pada Senin (17/2/2020).

Hal ini dijanjikan oleh Kepala Desa Sidogemah, Demak, Khanafi, seperti dalam surat undangan yang ditujukan bagi perwakilan warganya. Rapat dijanjikan mulai pukul 11.00 WIB di Balai Desa Sidogemah, Senin (17/2/2020).

Hal ini menyusul demo yang dilakukan oleh warga Sidogemah. Ungkapan ketidakpuasan tersebut disampaikan ratusan warga Desa Sidogemah Kecamatan Sayung, sehubungan urusan ganti untung yang disebutkan belum tuntas.

Seperti disampaikan Hadi, salah seorang warga. Sejauh ini ada 514 bidang tanah dan bangunan yang terkena proyek jalan tol, namun baru 135 bidang saja yang sudah dibayar. Sisanya sebanyak 379 bidang belum mendapatkan kejelasan terkait ganti untung terhadap tanah dan rumah mereka.

“Warga itu sebenarnya tidak ingin mempersulit bahkan warga kami orangnya tidak menuntut berlebihan. Cukup segera dibayarkan uang ganti untung tentunya kami akan menurut dan segera pindah,” ujarnya, Jumat (14/2/2020).

Sementara sudah sejak beberapa hari terakhir kegiatan pembangunan sudah mulai tampak. Bahkan alat-alat berat sudah mulai didatangkan. Namun yang membuat warga kesal, ratusan bidang tanah yang seharusnya mendapatkan ganti untung belum ada kejelasan kapan akan dibayar oleh instansi berwenang.

Selain masalah ganti untung, seorang perangkat desa Sidogemah Agus menyebutkan, warga semakin jengkel karena air rob yang tidak bisa terbuang keluar wilayah gara-gara tertutupnya saluran akibat pembangunan jalan tol dan masuknya alat berat.

“Saat rob naik seperti sekarang ini, membuat warga resah karena airnya tidak bisa segera surut,” jelasnya. rie-she

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here