in

Webinar Unissula Berikan Inovasi Pembelajaran Daring Bahasa dan Sastra Indonesia

Webiner yang digelar Prodi PBSI, FKIP Unissula, Selasa (15/12/2020). Foto: dok

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Sultan Agung Semarang menggelar webinar, Selasa (15/12/2020).

Webinar dengan tema Inovasi Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia dengan Sistem Daring, ini mendapat apresiasi yang tinggi dengan diikuti 290 peserta, yang berasal dari guru, dosen, mahasiswa, pemerhati bahasa dan sastra Indonesia yang mengikuti acara yang digelar secara live zoom dan youtube Pbsi Unissula.

Dekan FKIP Unissula Dr. Turahmat, S.Pd, M.Pd mengatakan, acara ini merupakan hasil kerjasama antara Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI)  FKIP Unissula dengan Prodi PBSI FBS Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksa) Bali dan Prodi PBSI FKIP Universitas Muria Kudus (UMK).

Webinar ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada guru, dosen, mahasiswa, pemerhati bahasa dan sastra Indonesia mengenai inovasi pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia dengan sistem daring.

‘Oleh karena itu, Webinar ini menghadirkan sejumlah pakar sebagai narasumber, di antaranya adalah Dr. Ni Made Rai Wisudariani, S.Pd., M.Pd. dari Universitas Pendidikan Ganesha, Dr. Evi Chamalah, S.Pd., M.Pd. dari Universitas Islam Sultan Agung, dan Dr. Drs. Mohammad Kanzunnudin, M.Pd. dari Universitas Muria Kudus.

Narasumber dari Undiksha, Dr. Ni Made Rai Wisudariani, S.Pd., M.Pd., menjelaskan tentang rekonstruksi pembelajaran daring pada era disruption. Beliau menjelaskan bahwa adanya pandemi covid-19, ruang belajar yang semula ada satu bentuk yaitu ruang tatap muka, berubah menjadi tiga bentuk yaitu ruang tatap maya, ruang mandiri, dan ruang kolaboratif. Pada ketiga jenis ruang pembelajaran tersebut, diperlukan metode pembelajaran abad 21 yaitu seperti pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran berbasis proyek, discovery learning, dan inquiry learning.

Narasumber kedua dari Unissula, Dr. Evi Chamalah, S.Pd., M.Pd., menjelaskan tentang inovasi pembelajaran daring melalui membaca sastra dengan literasi kritis. Pada membaca sastra dengan literasi kritis dapat dilakukan dengan tujuh tahap yaitu memotivasi, membaca, memahami, mengkritisi, menulis kembali, mengkreasikan, dan mempublikasikan.

Dr. Evi Chamalah, S.Pd., M.Pd.

Pada tujuh tahapan tersebut, dapat dilakukan berbagai macam jenis pembelajaran daring seperti zoom, google meet, youtube, google classroom, facebook, instagram, dll. Namun penggunaan media tersebut disesuaikan dengan tahapan. Misalkan pada tahap membaca, baiknya menggunakan media youtube, sehingga pembaca dan pendengar bisa memahami teks yang dibacakan.  Pada tahap mempublikasikan, dapat menggunakan media facebook maupun instagram. Selain media tersebut, publikasi dapat dilakukan melalui antologi puisi/cerpen secara elektronik.

Narasumber ketiga dari UMK, Dr.Drs. Mohammad Kanzunuddin, M.Pd., menjelaskan tentang pengembangan cerita rakyat dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia. Cerita rakyat memiliki beberapa fungsi.

Masing-masing adalah fungsi pendidikan, membentuk karakter dan identitas masyarakat,  mengesahkan pranata sosial yang kolektif, pengenalan dan pemahaman terhadap nilai-nilai budaya suatu masyarakat, menyebarkan nilai kebaikan dan keagamaan,  sebagai modal sosial yaitu pada saat berkomunikasi dan berinteraksi antaranggota masyarakat, sebagai kritik sosial/protes sosial, dan untuk menghibur.

‘’Pembelajaran daring pada cerita rakyat dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu membuat video animasi cerita rakyat, merekam suara orang sedang mendongeng,  mengunggah hasil video animasi cerita rakyat, mengunggah hasil rekaman mendongeng,’’ jelasnya. She

Written by Jatengdaily.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GIPHY App Key not set. Please check settings

Komisi X Usul Anggaran Olahraga 2,5 Persen dari APBN

The Dance Company Band Rayakan Ultah ke-13 di Bali