foto: dok

SEMARANG –Sedikitnya 16 karya sastra para dosen  Magister Ilmu Susastra Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang telah mendapatkan pengakuan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atau HaKI.

Ketua Program Studi (Prodi), Magister Ilmu Susastra FIB, Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang Dr M Suryadi MHum mengatakan, hasil karya sastra sejumlah dosen Magister Ilmu Susastra Fakultas Ilmu Budaya UNDIP pada bidang riset, teks buku, dan film dokumenter telah memperoleh pengakuan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Sejumlah karya-karya itu diantaranya adalah sebagai berikut;

Buku berjudul Dekonstruksi Sastra Pesantren, karya Dr Muhammad Abdullah MA.

Ada juga sejumlah karya almarhum Prof  Dr Agus Maladi Irianto MA. Berikut karya-karyanya: Film Dokumenter Taksaka, Film Dokumenter Sihir Sang Penari Kubrp, Film Kalau Saja Punya Sepeda (Karya Sinematografi), Film Dokumenter: Dibalik Misteri Jathilan (Karya Sinematografi), Film Hormat Sang Saka (Karya Sinematografi), Film Dari Sini Kita Mulai (Karya Sinematografi), Buku berjudul Media dan Kekuasaan: Antropologi Membaca Dunia Kontemporer, Buku berjudul Interaksionisme Simbolik: Pendekatan Antropologi Merespon Fenomena Keseharian, Buku berjudul Epistemologi Kebudayaan Isu Teoritik dalam Karya Etnografi, Buku berjudul Tayub, Antara Ritualitas dan Sensualitas, Erotika Petani Jawa Memuja Dewi.

Termasuk juga dua buku karya Prof Dr Iriyanto Widisuseno, berjudul  Etika Taoisme dan Masyarakat Madani di Indonesia dan Teori Pertumbuhan Pengetahuan Ilmiah Karl R Popper dan Implementasinya (Epistemologi Evolusioner).

Juga buku karya Dr Redyanto Noor MHum berjudul Pengantar Pengkajian Sastra

Ada juga buku karya Prof Dr Mudjahirin Thohir MA berjudul Beragam (A) itu Indah

Selanjutnya adalah buku karya Dr Sukarjo Waluyo MHum berjudul Arya Penangsang: Potret Pertarungan Jawa Pesisir vs Jawa Pedalaman.

Dengan diperolehnya HKI ini maka karya cipta para dosen di atas punya hak cipta yang dilindungi oleh negara dan orang lain tidak dapat memanfaatkan secara ekonomis karya cipta para dosen Magister Ilmu Susatra UNDIP tanpa izin dari penciptanya.

Di kalangan dosen, HKI akan bisa memacu bagi mereka untuk menghasilkan karya-karya intelektual dan terus melakukan kreativitas intelektual

‘’Kami sangat mengapresiasi prestasi para dosen dengan menghasilkan karya sastra yang bermanfaat bagi kemajuan pendidikan tersebut.Kami juga terus mendorong para dosen kami untuk menciptakan karya sastra lain,’’ jelasnya.

Lebih lanjut menurutya, selain sejumlah karya sastra yang dihasilkan, lulusan Prodi Magister Ilmu Susastra FIB UNDIP juga banyak berkiprah di sejumlah lini. ‘’Kiprah para alumni banyak tersebar dalam segala posisi strategis di bidangnya,’’ jelasnya.

Posisi yang diduduki antara lain, sebagai akademisi di perguruan tinggi negeri dan swasta, yakni UNNES, UNSOED, Universitas Mulawarman, Universitas Balikpapan,  Universitas Negeri Malang,  UNCEN Jayapura, Universitas Negeri Gorontalo, Universitas Flores, UIN Walisongo, IAIN Tulungagung, dan lain-lain. Sebagai peneliti di Badan Bahasa dan Balai Bahasa di seluruh Indonesia. Sebagai jurnalis media cetak Suara Merdeka dan media elektronik SCTV, sebagai  politisi anggota Dewan. she

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here