25 Pelanggar Operasi Patuh Candi di Demak Diganjar Vaksinasi

Satlantas Polres Demak memberi layanan vaksinasi bagi warga yang terjaring razia Operasi Patuh Candi 2021 di Demak. Foto: rie

DEMAK (Jatengdaily.com) – Ada yang beda dengan Operasi Patuh Candi 2021 di wilayah hukum Polres Demak, Minggu (3/10/2021). Bukannya dikenai sanksi tilang, sebanyak 25 pelanggar yang terjaring razia Satlantas di pertigaan Bogorame Kecamatan Kota justru diganjar vaksinasi pencegah COVID-19 dan sebatang coklat.

Salah satu pelanggar ‘beruntung’ itu adalah Fajar Dwi Prasetyo (18). Alih-alih dikenai tilang karena tak mengenakan helm juga tak membawa SIM, warga Tandang Semarang itu justru mendapatkan helm, vaksinasi plus sarapan.

“Berangkat dari rumah tadi tujuan Kudus untuk jualan kripik jagung keliling. Saya kira Minggu tak ada razia polisi, makanya santai saja naik motor tanpa menggunakan helm. Sedangkan SIM tidak bawa karena dompet berisi KTP, uang receh dan SIM tertinggal di rumah,” kilahnya.

Maka begitu terjaring Operasi Patuh Candi Satlantas Polres Demak yang didukung jajaran fungsi lainnya serta instansi samping, yakni Satpol PP dan Dinas Perhubungan, Fajar hanya bisa pasrah. Dia bahkan menurut saja saat ditawarkan vaksinasi, karena kebetulan pemuda tersebut belum sekalipun mendapatkan vaksinasi.

Bahkan karena belum sarapan, Kasat Lantas AKP Fandy Setiawan langsung menginstruksikan anggotanya membeli makanan untuk Fajar agar tubuhnya siap menerima vaksinasi. Di samping bonus sebuah helm, agar dia selamat saat berkendara.

Selain Fajar ada pula 10 kuli bangunan asal Kutoarjo Solo turut terazia, saat menumpang kendaraan bermotor bak terbuka. Mereka bahkan dengan semangat mendatangi pos cek poin PPKM di ujung pertigaan Bogorame, saat mengetahui ada vaksinasi gratis di lokasi itu.

“Kebetulan sekali saya dan teman-teman ini belum pernah divaksin. Jadi kami berterimakasih pada petugas Satlantas Polres Demak yang memberi membolehkan vaksinasi tanpa syarat yang ribet,” ujar Rizal, salah satu kuli bangunan yang turut divaksinasi.

Teguran
Mengenai hari terakhir Operasi Patuh Candi 2021, Kapolres Demak AKBP Budi Adhy Buono melalui Kasat Lantas AKP Fandy Setiawan menjelaskan, sejak digelar pada 20 September lalu sejauh ini tercatat 700 pelanggaran. Karena bersifat preemtif dan preventif maka hanya ada teguran untuk mengedukasi masyarakat khususnya para pengguna jalan agar tertib berlalu lintas.

Dari ratusan pelanggaran yang terjaring, kebanyakan adalah melawan arus. Disusul pada peringkat dua dan tiga adalah tidak memakai helm dan menyalakan lampu depan kendaraan bermotor.

Oleh karena saat ini masih berada di tengah pandemi corona, maka edukasi tentang kepatuhan melaksanakan protokol kesehatan (prokes) pencegahan COVID-19 pun diberikan, selain tentang kamtibcarlantas tentunya. Maka mereka yang tidak memakai masker saat berkendara di jalan, turut terazia operasi Patuh Candi oleh Polres Demak hari ini. Di samping pula mereka yang gagal menunjukkan bukti telah melakukan vaksinasi.

“Yang sudah vaksin namun tak bisa menunjukan buktinya, kami beri kesempatan dengan menyebutkan NIK agar bisa dicek melalui aplikasi peduli lindungi. Sedangkan yang memang belum vaksinasi bisa langsung ke Tim Dokkes Polres Demak yang memang disiagakan untuk mendukung percepatan vaksinasi pemerintah daerah,” tandasnya. rie-yds