DEMAK (Jatengdaily.com) – Pergantian cuaca atau acap disebut pancaroba seringkali berpotensi penyebab inspeksi saluran pernafasan akut (ISPA). Namun jika di antara anda mengalami batuk selama tiga minggu lebih disertai menurunnya berat badan, serta keringat dingin mengucur di malam hari, waspada lah akan gejala tuberkulosis atau TB.
Di sela pembagian leaflet penyakit TB juga masker dalam rangka memperingati Hari TB Sedunia, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Demak Ghuvrin Heru Putranto didampingi Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Tri Handayani menjelaskan, rangkaian kegiatan peringatan Hari TB Sedunia 2021 dimaksudkan sebagai salah satu upaya menekan angka penyebaran dan kematian akibat TB. Sehingga diharapkan target eliminasi bebas penyakit TB pada 2030 tercapai.
“Sesuai tema peringatan Hari TB Sedunia 2021 yaitu Satu Detik Lebih Berharga untuk Menyelamatkan Bangsa dari TBC, kita upayakan dengan maksimal kegiatan kampanye melalui pembagian leaflet, mengingat saat ini bersamaan masa pandemi corona,” ujarnya, Selasa (6/4/2021).
Sembari membagikan leaflet dan masker di jalur lambat Jalan Sultan Trenggono Katonsari, pihaknya juga memberikan sosialisasi mengenai penyakit TB secara lisan kepada pengguna jalan yang berhenti saat traffic light menyala merah. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat lebih peka terhadap penyakit TB.
Terutama bagi mereka yang merasakan gejala-gejalanya. Seperti, batuk selama lebih dari 3 minggu, berkeringat dingin pada malam hari tanpa ada sebab, penurunan berat badan, nafsu makan menurun, juga batuk disertai darah.
“Kami Tim Dinas Kesehatan Demak dibantu oleh kader-kader Komunitas TBC Mentari Sehat Indonesia Kabupaten Demak juga kader TB di 27 puskesmas intensif mengimbau masyarakat, ketika merasakan gejalanya, maka segera lah periksa ke fasilitas kesehatan terdekat. Supaya penanganannya juga bisa dengan cepat dilaksanakan,” terangnya.
Selain pembagian leaflet, penyuluhan tentang TB juga dilakukan door to door sekaligus melaksanakan investigasi kontak serta pencarian terduga sakit TB. Jika ditemukan ada yang mengalami gejala TB, yang bersangkutan dianjurkan langsung memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
“Investigasi door to door terbatas ke masyarakat tentunya dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan. Maksudnya tentu agar upaya penanggulangan TB tidak memunculkan klaster baru covid-19,” tandasnya. rie-yds


