By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Dinkes Nyatakan Jateng Masih Zero Cacar Monyet, Masyarakat Diminta Tetap Waspada
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Dinkes Nyatakan Jateng Masih Zero Cacar Monyet, Masyarakat Diminta Tetap Waspada

Last updated: 5 September 2024 07:51 07:51
Jatengdaily.com
Published: 5 September 2024 07:51
Share
sumber: kemenkes
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)– Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah mengonfirmasi, hingga Selasa (3/9/2024), belum ditemukan kasus positif cacar monyet atau monkey pox (MPox). Lalu, bagaimana dengan kasus suspek di Brebes?

Kepala Dinkes Jateng Yunita Dyah Suminar mengatakan, hingga kini kasus di Brebes terkait suspek baru menjadi dugaan.

“Sedang di-follow up, sampai hari ini masih dugaan tapi dari tanda dan gejalanya belum positif MPOX,” ucap Yunita, dilansir dari laman humas Prov Jateng, Kamis (5/9/2024).

Dia meminta masyarakat untuk tenang, namun tidak melepaskan kewaspadaan. Warga Jateng diharap tetap menerapkan pola hidup bersih, sehat, dan menjaga kondisi tubuh.

“Tahun 2024 belum ada kasus sampai hari ini di Jateng,” imbuhnya.

Secara terpisah, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Provinsi Jateng Irma Makiah menjelaskan tentang MPox. Menurutnya, penyakit itu awalnya menjangkiti binatang monyet dan bersifat zoonosis, atau dapat menular ke manusia.

Di dunia, imbuhnya, ada 99.176 kasus dengan 208 kasus kematian di antaranya. Sementara, di Indonesia tercatat ada 88 kasus Mpox, dan semuanya telah dinyatakan sembuh.

Irma menjelaskan, penyakit ini dapat menular saat bersentuhan dengan luka lesi orang yang terinfeksi. Selain itu, MPox juga dapat ditularkan melalui hubungan seksual berisiko, seperti berganti-ganti pasangan dan LSL (lelaki suka lelaki).

“Gejalanya ada ruam, lesi (luka) bendol-bendol, demam, nyeri telan, dan yang khas ada pembesaran getah bening atau limfadenopati benjolan ada di ketiak, belakang telinga, pangkal paha, dan leher,” tuturnya.

Terkait vaksin, Irma menyebut pada tahap ini prioritasnya diberi pada populasi kunci. Di antaranya mereka yang mengidap HIV, LSL dan mereka yang memiliki risiko tinggi kontak dengan penderita MPox.

Irma membeberkan meski belum ditemukan kasus Mpox di Jateng, berbagai langkah telah dilakukan. Seperti, penyiapan fasilitas kesehatan, rumah sakit rujukan, dan koordinasi dengan otoritas kesehatan bandara. she 

You Might Also Like

Bhayangkara Solo FC Antusias Tatap Laga Perdana
Sembako Diberikan Kepada Tunanetra di Kabupaten Klaten
Lesti Dipersunting Billar dengan Mahar Rp 1 Miliar
Dzikir Terbaik kepada Allah adalah Membaca Al-Qur’an
Indonesia Pasar Potensial Masuknya Dokter Asing
TAGGED:Jateng Masih Zero Cacar MonyetMasyarakat Diminta Tetap Waspada
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?