Baznas Bantu Vaksin untuk Kiai di Jateng

Pengurus Baznas RI dipimpin Wakil Ketua Mokhamad Mahdum, Pimpinan Bidang Distribusi dan Pemberdayaan Saidah Sakwan, Pimpinan Bidang SDM dan Keuangan Kolonel Nurhamdani dan Sekretaris Dr Ahmad Zayadi didampingi Sekretaris Baznas Provinsi Jateng Moh Ahyani meninjau pusat kuliner binaan Baznas dan lokasi Rumah Sakit Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) di Jalan Jolotundo Semarang. Foto:ist

SEMARANG (Jatengdaily.com)  – Melalui program ‘’Kita Jaga Kiai’’ Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI akan membantu vaksin untuk para kiai dan santri di Provinsi Jawa Tengah.

‘’Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota untuk menentukan prioritas wilayah mana yang akan didahulukan. Tetapi untuk pertama akan kami arahkan ke Sarang Kabupaten Rembang dan Pati,’’ kata Wakil Ketua Baznas RI Mokhamad Mahdum disela-sela melakukan kunjungan kerja di Semarang, Minggu (9/08).

Agenda kunjungan kerja kali pertama sejak dilantik oleh Presiden RI Joko Widodo tersebut yaitu meninjau pusat kuliner binaan Baznas Provinsi Jateng dan calon lokasi Rumah Sakit Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) kedua-duanya di Jalan Jolotundo Semarang. Selain itu bersilaturahmi dan berdialog dengan pengurus Baznas Jateng di Kantor Jalan Menteri Soepeno Semarang.

Mokhamad Mahdum pada kesempatan itu didampingi Pimpinan Bidang Distribusi dan Pemberdayaan Baznas RI Saidah Sakwan, Pimpinan Bidang SDM dan Keuangan Kolonel Nurhamdani dan Sekretaris Dr Ahmad Zayadi.

Dalam peninjauan lokasi rumah sakit dan pusat kuliner, mereka diterima Sekretaris Baznas Provinsi Jateng Moh Ahyani. Sedang saat bersilaturahmi di Kantor Baznas Jateng mereka diterima pengurus lengkap terdiri Ketua KH Ahmad Darodji, para wakil ketua Zain Yusuf, KH Ahmad Hadlor Ihsan, Rozihan dan Solikhul Huda.

Wakil Ketua Baznas RI Mokhamad Mahdum menjelaskan, vaksin yang disiapkan untuk ‘’Kita Jaga Kiai’’ di Jateng jumlahnya mencapai puluhan ribu. ‘’Insya Allah semuanya akan bisa dijangkau,’’ katanya.

Bantu Pemerintah
Program tersebut menurut pria asli Kendal itu, sebagai upaya membantu pemerintah dalam menanggulangi pandemi Covid-19, khususnya di lingkungan pondok pesantren. Banyaknya ulama yang wafat akibat terpapar Covid-19 menjadi salah satu pendorong diluncurkannya program ‘’Kita Jaga Kiai’’, yang terdiri dari dukungan vaksinasi, paket imunitas, paket higienitas, medical check-up, dan dukungan isoman.

‘’Berbagai dukungan ini akan diberikan kepada seluruh elemen di pondok pesantren, seperti santri/santriwati dan pengurus ponpes guna mendukung kesehatan para kiai di tengah pandemi.

Program tersebut diluncurkan secara resmi oleh Wakil Presiden RI, KH Ma’ruf Amin didukung Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Kesehatan, TNI/Polri, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persis, PUI, serta berbagai ormas Islam lain.

Ketua Baznas Provinsi Jawa Tengah KH Ahmad Darodji menjelaskan, program ‘’Kita Jaga Kiai’’ oleh Baznas RI sejalan dengan program Baznas Jateng yang lebih dulu meluncurkan program ‘’Jogo Kiai’’ dan ‘’Jogo Santri’’. ‘’Alhamdulillah sinkron dan doa kita Covid-19 segera berakhir,’’ kata Ketua Umum MUI Jateng itu.

Peluncuran program ‘’Kita Jaga Kiai’’ dilakukan serentak di lima tempat sekaligus yakni, Pondok Pesantren Asshidiqiyah Jakarta, Pondok Pesantren Al-Islah Mangkang Kulon Semarang, Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Garut, Pondok Pesantren Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta, dan Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon.

Mahdum merasa gembira karena Baznas Jateng di bawah Kiai Ahmad Darodji telah menjalankan fungsinya dengan baik mulai dari pengumpulan hingga pentasarufannya. Bahkan jumlah dan aktivitas kegiatannya bisa menginspirasi provinsi lain.

Ketua Baznas RI, Prof Dr H Noor Achmad MA, mengatakan program ‘’Kita Jaga Kiai’’ merupakan bentuk keprihatinan Baznas melihat banyaknya ulama dan tokoh agama yang wafat akibat pandemi. Menurut Ketua Pelaksana Pengelola MAJT itu, Kiai merupakan salah satu garda terdepan dalam mensyiarkan agama yang sudah sepatutnya dijaga bersama agar senantiasa memberi dampak positif bagi bangsa.

“Program ini sejalan dengan program pemerintah, pencapaian herd immunity dapat disegerakan melalui program vaksinasi Covid-19. Lalu untuk mencapai tingkat herd Immunity minimum 70% diperlukan kerja keras, di antaranya dengan jemput bola ke komunitas dalam hal ini adalah komunitas pesantren,” kata Prof Noor. st