BBPJT Dukung Pengembangan Kurikulum Bahasa Jawa

Tim dari Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah dan sejumlah pejabat instansi terkait Wonosobo foto bersama. Foto:ist

WONOSOBO (Jatengdaily.com) – Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah (BBPJT) berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Wonosobo untuk membuat rencana aksi kegiatan pelestarian bahasa Jawa dalam pembelajaran di sekolah. Tim Balai Bahasa diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo, Drs One Andang Wardoyo MSi. Dalam pertemuan itu dibicarakan pentingnya pelindungan bahasa dan sastra daerah, terutama bahasa Jawa.

“Pemkab Wonosobo menyambut baik rencana aksi yang akan dilakukan oleh Balai Bahasa di Wonosobo,” kata Drs. One Andang Wardoyo, MSi., Sekda Wonosobo di Wonosobo, Selasa (13/04/2021) lalu.

Andang menyatakan bahwa Pemkab Wonosobo sedang mengupayakan pembuatan peraturan daerah (perda) tentang penyelenggaraan pendidikan yang salah satu pasalnya menyatakan mengenai pembinaan bahasa dan sastra. Salah satu klausulnya menyebutkan adanya pengajaran bahasa daerah asli dan bahasa daerah lain yang paling banyak penuturnya di wilayah tersebut.

“Pihak Disdikpora Kabupaten Wonosobo akan membantu pelaksanaan rencana aksi,” tambahnya.

Hadir dalam pertemuan itu, antara lain, Asisten Perekonomian dan Pembangunan merangkap plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, Sumaedi SH MSi, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Wonosobo Drs M Kristijadi, Kabid Pengembang Kurikulum dan Pengendalian Mutu Disdikpora, Slamet Faizi SPd MPd, dan Kabid Kebudayaan Disparbud, Khristina Dewi, SE serta tim dari Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah.

Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dr Ganjar Harimansyah, menyatakan, Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah (BBPJT) bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah berencana melakukan revisi dan pengembangan kurikulum bahasa Jawa di sekolah dasar hingga menengah. Rencana tersebut akan melibatkan berbagai pihak, yakni perguruan tinggi/akademisi, pemerhati/budayawan, dan pemerintah daerah.

“Semua kegitan itu dilakukan dalam rangka pelindungan bahasa dan sastra daerah, terutama Bahasa Jawa. Adapun rencana aksi kegiatan pelestarian bahasa Jawa akan melibatkan sebelas kabupaten/kota di Jawa Tengah,” jelas Ganjar Harimansyah.

Ganjar menyebutkan, rangkaian kegiatan yang berkaitan dengan aksi penguatan bahasa Jawa dalam kurikulum di sekolah, antara lain, berupa lokakarya penulisan aksara Jawa untuk guru serta lomba menulis macapat dan geguritan Jawa antar sekolah dan antarkabupaten/kota.

“Nantinya akan ada pelatihan untuk guru master (ToT) dan para pengawas (SD dan SMP), pembelajaran sejawat dari guru master ke guru yang lain, serta pengajarannya di kelas. Kami berharap akan mendapat dukungan dari berbagai pihak,” tuturnya. st