Begini Cara Mahasiswa UNDIP Bangkitkan Semangat Belajar Siswa SD di Kendal

Program bimbingan belajar dan edukasi budaya literasi pada anak-anak tingkat sekolah dasar di Kendal. Foto: dok

KENDAL (Jatengdaily.com) – Kegiatan KKN UNDIP Tim 1 Periode 2021 dilaksanakan di tengah pandemi COVID-19 yang belum mereda. Kegiatan ini dimulai pada tanggal 4 Januari 2021 s/d 16 Februari 2021 yang dilakukan secara mandiri di wilayah masing-masing mahasiswa bertema “Pemberdayaan Masyarakat di Tengah Pandemi COVID-19 Berbasis pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)”.

Pemerintah telah mengatur bahwa kegiatan belajar dari berbagai tingkat pendidikan diberlakukan secara daring. Hal ini guna menghindari kerumunan sebagai upaya pemutusan rantai penularan COVID-19.

Namun pemberlakuan sekolah secara daring ini tampaknya belum memberikan keefektifan belajar bagi siswa-siswinya. Berbagai kendala pun dihadapi, seperti ketidakmampuan dalam memahami pelajaran, keterbatasan fasilitas, hingga kurangnya pengawasan orangtua ketika belajar. Oleh karena itu salah satu mahasiswi KKN Undip asal Kendal mengadakan program bimbingan belajar dan edukasi budaya literasi pada anak-anak tingkat sekolah dasar.

Program tersebut dilaksanakan di Desa Mojo RT 02 RW 07 Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal. Program ini ditujukan untuk pendampingan kegiatan belajar sekaligus menanamkan kebiasaan literasi kepada anak-anak sekolah dasar untuk membentuk generasi yang cerdas dan kritis. Kegiatan dilaksanakan setiap hari Senin s/d Jumat dan dibagi menjadi dua kloter.

Kloter pertama dimulai pada pukul 09.00-11.00 WIB yang diikuti oleh anak-anak kelas 1–3 SD. Sedangkan kloter kedua dimulai pada pukul 14.00-16.00 WIB yang diikuti oleh anak-anak kelas 4-6 SD.

“Kegiatan bimbingan belajar juga mengikuti protokol kesehatan, baik mahasiswi KKN dan peserta bimbingan belajar menggunakan masker selama kegiatan berlangsung,” ungkap Khoirotun Nisa’, selaku penanggung jawab kegiatan KKN.

Bimbingan belajar dilaksanakan dengan serangkaian kegiatan, yang pertama yaitu dimulai dengan membaca doa bersama-sama, yang kedua melakukan senam otak dengan permainan kata, dan yang ketiga dilanjutkan dengan mengerjakan tugas-tugas sekolah yang diberikan secara daring.

“Di akhir kelas bimbingan belajar saya juga menambahkan kegiatan membaca untuk melatih kemampuan literasi dengan cara mengajak anak-anak membaca artikel pengetahuan umum dan dongeng anak. Selain itu di beberapa kesempatan anak-anak juga diajak menonton film animasi dongeng dan film pendek. Kegiatan ini diikuti dengan memahami dan memetik pesan atau amanat yang terkandung di dalam film. Hal ini bertujuan untuk menanamkan nilai moral positif serta membentuk karakter anak,” jelas Nisa.

Kegiatan bimbingan belajar tersebut berjalan dengan lancar serta diikuti dengan antusiasme anak-anak yang mengikuti. Program ini juga mendapatkan dukungan yang besar dari para orangtua atau wali murid karena sangat membantu kegiatan belajar anak-anak selama sekolah daring.

“Alhamdulillah, saya sangat senang dengan kegiatan yang dilakukan oleh Mbak Nisa, Saya sangat terbantu sekali selama masa pandemik seperti ini. Anak Saya juga sangat antusias untuk mengikuti,” terang Ibu Ranti, orangtua Zotta peserta bimbingan belajar.

Diharapkan bimbingan belajar dan edukasi budaya literasi ini dapat terus menumbuhkan semangat belajar dan memberi bekal kemampuan literasi kepada anak-anak. Sehingga ketika program ini selesai diharapkan anak-anak memiliki kemampuan literasi untuk memahami pelajaran secara mandiri di rumah.

Penulis: Khoirotun Nisa (Sastra Indonesia UNDIP)-yds

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here