Bersinergi, Mahasiswa PEM Akamigas Ikuti Pelatihan di PPSDM Migas

Praktik di kilang PPSDM Migas Cepu. Foto: ist

CEPU (Jatengdaily.com) – Transaksi minyak bumi dan produk-produknya, tidak akan terpisahkan dari kegiatan pengukuran dan perhitungan minyak bumi dan produk-produknya, baik di tangki darat atau tangki terapung. Ketepatan pengukuran dan perhitungan sangat penting dalam peranannya untuk pembayaran dan tercatat dalam akuntansi perminyakan.

Peranan penting pengukuran dan perhitungan ini dikenal dalam arus minyak atau quantity assurance, atau quantity accounting system. Kehilangan volume minyak bumi dan produk-produk dari yang dikelola tersebut berimplikasi kerugian dalam bentuk nilai uang.

Perbedaan antara dua hasil pengukuran dan perhitungan oleh alat ukur di tempat berbeda pada satu objek pengukuran yang sama, menggunakan standar dan ketentuan yang berlaku atau yang dikenal dengan istilah discrepancy, adalah merupakan hal yang sering terjadi di lapangan produksi dalam kegiatan lifting minyak bumi.

Sedangkan pengertian Custody Transfer adalah alat ukur yang menyediakan dan memberikan informasi tentang kuantitas dan kualitas yang digunakan untuk keperluan serah terima minyak dan gas bumi, dokumentasi perubahan kepemilikan dan/atau tanggung jawab serta dokumentasi fiskal atas komoditas minyak bumi, kondensat, gas bumi, LPG, dan LNG.

Oleh karena itu dalam pelaksanaan pemindahan muatan dalam kegiatan serah terima komoditi cair ini baik minyak maupun produk – produknya, dibutuhkan kompetensi seseorang yang bisa meyakinkan sesuai dengan standar dan metode yang dianut dalam kegiatan tersebut yaitu API MPMS dan ASTM.

Produksi migas yang siap jual tersebut dikenal dengan istilah lifting. Besaran lifting inilah yang menjadi dasar penghitungan bagi hasil antara pemerintah Indonesia dengan kontraktor yang menjadi pengelola suatu wilayah kerja migas.

Dalam rangka mendalami hal tersebut, 40 mahasiswa PEM Akamigas mengikuti pelatihan Basic Petroleum Measurement Metode API MPMS dan ASTM, yang terbagi dalam 2 batch. Pelatihan ini diselenggarakan secara online, didukung secara offline untuk materi praktik pengukuran dan perhitungannya, yang diselenggarakan pada tanggal 22 – 26 Maret 2021.

Menurut Risdiyanta, ST MT, Widyaiswara Ahli Madya, salah satu pengampu pada pelatihan ini, tujuan pelatihan ini adalah memberi bekal kepada peserta mengenai metode-metode yang dilaksanakan di lapangan. Baik itu dalam pengukuran, sampling, pengujian density ataupun BS&W, sampai dalam perhitungan volume standar yang didokumentasikandalam Bill of Lading maupun Certificate of Quantity, yang terbagi dalam beberapa materi sebagai berikut : Static measurement, Properties of petroleum, Sampling, Dynamic Measurement, Case study.

“Pelatihan menggunakan 2 metode yaitu synchronus (tatap muka maya dengan aplikasi zoom meeting) dan asynchronous (learning management system milik PPSDM MIGAS, yaitu elsa-ppsdmmigas.esdm.go.id) dan diskusi dengan Whatsapp,” tegas Risdiyanta dalam keterangan tertulis melalui Whatsapp.

“Dalam LMS yang sudah disiapkan juga tersedia materi beserta latihan soal – soal yang sesuai dengan kondisi di lapangan”, pungkasnya.

Senada dengan pemateri, peserta yang mengikuti pelatihan ini, Anita Simon mengungkapkan bahwa pelatihan ini bermanfaat bagi para mahasiswa karena dapat membandingkan antara ilmu yang diperoleh di dalam perkuliahan dan kondisi real di lapangan.

“Compare and contrast adalah hal yang wajib kita ketahui sebagai mahasiswa karena dengan itu kita akan mendapatkan ilmu yang applicable”, ungkapnya ketika dihubungi melalui pesan singkat disela-sela kegiatan traning pada Selasa (23/03/2021).

“Tidak hanya itu, mengetahui permasalahan – permasalahan yang ada di lapangan juga kunci penting sehingga kami nantinya bisa mengetahui problem solving yang akan meningkatkan daya saing kita di dunia kerja”, tutup Anita. yds