Bikin Lagu Jawa, Hendra Kumbara Kolaborasi Politikus Gerindra

Anggota DPRD Jateng, Fraksi Gerindra berkolaborasi dengan musikus Hendra Kumbara merilis lagu Jawa. Foto:dok

SEMARANG – (Jatengdaily.com) – Musisi Hendra Kumbara berkolaborasi dengan politikus Partai Gerindra, Yudi Indras Wiendarto untuk mengangkat lagu-lagu Jawa. Keduanya juga ingin memantik kreativitas anak-anak muda di tengah pandemi Covid 19 saat ini.

Hendra Kumbara merupakan musisi yang tengah naik daun melalui lagu-lagu Jawanya. Lagu-lagu ciptaanya meledak di pasaran musik Indonesia, sebut saja “Dalan Liyane” atau “Balungan Kere”. Dua lagu ini juga dicover oleh banyak youtuber. Sementara Yudi Indras Wiendarto merupakan Politikus Partai Gerindra yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPD Gerindra Jateng dan anggota Komisi E DPRD Jateng.

Sebagai project yang pertama, keduanya sedang menyiapkan satu single dan siap diproduksi. “Lirik sudah saya tulis. Sudah saya sampaikan guide nya ke Pak Yudi. Judulnya ‘Ning Sandingku’. Jika sudah fix nanti siap produksi,” kata Hendra saat kegiatan silaturahmi dan buka bersama dengan Yudi Indras di LOT 28 Coffee n Bar Kota Semarang, Sabtu (1/5/2021) malam.

Hendra pun memberikan bocoran mengenai single pertama tersebut. Yakni lagu campursari namun ada nuansa-nuansa slow rock seperti Queen, Freddie Mercury, Dewa atau lagu-lagunya Chrisye. “Awalnya seperti pop klasik, pakai irama congdut (keroncong dangdut) campursari. Itu nanti yang nyanyi Pak Yudi Sendiri, saya yang nulis dan menyiapkan,” ujar Hendra yang merupakan alumni Unnes ini.

Perihal isi, lanjutnya, tentang kehidupan dengan partnernya tersebut. Yakni menceritakan perjalanan cinta Yudi Indras. Bagaimana awal mula kenal, jatuh cinta, kemudian menikah dan hingga berkeluarga.

Untuk menggarap lagu ini, ia mengaku harus belajar banyak lagu-lagu bergenre selain congdut dan campursari. ”Saya harus ngulik lagu-lagu Queen, pop klasik, lagu-lagunya Chrisye, Dewa. Karena Pak Yudi memang mintanya tetap dibikin ndeles campursari tapi ada nuansa Queen nya. Jadinya nanti lagu dengan genre campursari tapi ada sentuhan slowrock. Memang agak susah, tapi tidak apa-apa, dan ini membuat saya mesti belajar lagi,” ujarnya.

Saat ditanya mengapa mau berkolaborasi dengan Yudi Indras, Hendra mengatakan tertarik. “Sebagai anggota dewan serta pengusaha yang pasti sibuk, mau mendorong industri kreatif anak-anak muda. Itu luar biasa,” katanya.

Sementara itu, Yudi Indras menceritakan awal mula kolaborasi tersebut saat nongkrong ngobrol bareng bersama para musisi Semarang. Munculah ide untuk membuat lagu. Maka saat itu langsung membuat ‘orek-orekan’ lirik lagu dan jadi. Untuk lagu yang pertama ini tentang betapa rasa cintanya pada istri. Jika sudah jadi, segera disusul 2-3 lagu berikutnya.

Sebagai anggota DPRD Jateng, kata Yudi, ia perlu terjun di semua kelompok masyarakat dan termasuk musik. Ia ingin mengetahui kondisi riil permusikan dan berupaya mengembangkannya bagi masyarakat Jateng.

“Saat ini dampak bonus demografis sudah mulai terasa. Banyak anak-anak muda di Jateng. Nah, harus ada kebijakan yang mendorong industri kreatif yang melibatkan anak-anak muda ini,” kata Yudi.

Yudi pun memiliki ide untuk membuat Desa Wisata Seni yang menampilkan semua seluk beluk permusikan. Mulai dari cara menciptakan lagu, rekaman, aransemen dan bagaimana cara menjualnya.

Sebagai lokasi, ia menyebutkan Gunungpati. “Di sana banyak SDM, karena juga ada Unnes. Mas Hendra Kumbara ini juga lulusan Unnes. Jadi Desa Wisata Seni itu mendorong industri kreatif dan hal-hal seperti itu mesti dapat support dari pemerintah,” ujarnya. st

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here