SEMARANG (Jatengdaily.com) – Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Semarang menyatakan kebingungan menangani pencegahan terhadap penularan Covid-19 Omicron. Pihaknya tetap mendeteksi penumpang cara penularannya dengan gejala demam, batuk dan sesak napas.
“Situasi sekarang makin bingung karena gejalanya semakin bias. Yang jelas penanganannya tetap mengacu pada infeksi saluran pernapasan, demam batuk, dan sesak,” kata Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Semarang, Nur Purwoko Widodo, Jumat (17/12/2021).
Dia menyebut sejak pandemi covid-19 tahun 2020 – 2021, pihak KKP Semarang tidak menurunkan status kewaspadaan di pintu masuk bandara, pelabuhan maupun daerah perbatasan di Jawa Tengah.
Sesuai arahan Menteri Kesehatan bagi KKP yang berada di pintu masuk negara Indonesia wajib melakukan tes PCR bagi WNA. Bila hasil PCR positif akan dilakukan tes lanjutan whole genom sequencing.
Mesti KKP Semarang tidak termasuk salah satu pintu masuk negara, petugas tetap melakukan pengawasan bagi keberangkatan maupaun kedatangan penumpang pesawat, kereta api maupun kapal.
“Teknisnya petugas akan memantau penumpang yang akan berangkat dari bandara atau pelabuhan wajib menunjukkan hasil PCR. Kalau positif covid-19 kita tunda keberangkatannya, dan kita koordinasikan dengan Dinkes untuk diperiksa ulang whole genome sequencing. Di terminal kedatangan penumpang aturannya juga sama. Soalnya gejalanya bisa muncul saat penumpang turun dari pesawat atau kapal,” jelasnya.
Pihaknya saat ini juga sudah menyarankan kepada Dinkes masing-masing kabupaten/kota dan provinsi untuk membawa hasil sampel tes covid-19 ke Labkesda Semarang atau Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan (BBTKL) Yogyakarta untuk mendeteksi penyebaran virus covid-19 Omicron.
“Seperti apa gejala Omicron secara detail yang tahu teman-teman di Labkesda dan BBTKL. Makanya sampel pasien covid-19 yang punya gejala demam dan sejenisnya sebaiknya dibawa ke sana saja,” pungkasnya. adri-she
0



