By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Cuaca Ekstrem, BMKG Minta Operator Kapal Tak Bandel Berlayar
Share
Font ResizerAa
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Cuaca Ekstrem, BMKG Minta Operator Kapal Tak Bandel Berlayar

Jatengdaily.com
Published: 15 Desember 2021 08:17
Share
Ilustrasi. Foto: dok/JD
SHARE

JAKARTA (Jatengdaily.com)- Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mengingatkan para operator kapal penyeberangan untuk tidak bandel berlayar saat cuaca buruk.

Hal ini untuk mencegah kecelakaan serta menjamin keselamatan dan keamanan para penumpang kapal penyeberangan.

“Informasi cuaca pelayaram selalu kami update kepada Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan. Tolong patuhi jika rekomendasi yang keluar adalah dilarang berlayar. Ini semua demi keselamatan bersama,” ungkap Dwikorita Karnawati dilansir dari laman BMKG, Rabu (15/12/2021).

“Kepada kantor syahbandar, kami juga berharap agar tidak menerbitkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) manakala ada kapal yang memaksa berangkat dengan alasan apapun saat cuaca buruk. Kondisi riil di lapangan, ketinggian gelombang bisa berpotensi lebih tinggi dari prakiraan dan pantauan data satelit,” imbuhnya.

Dwikorita mengatakan, saat ini Indonesia tengah memasuki musim penghujan. Oktober lalu, BMKG sendiri telah mengeluarkan peringatan dini La Nina yang mana fenomena ini dapat meningkatkan curah hujan bulanan di wilayah Indonesia pada November-Desember-Januari sampai 70 persen dari kondisi curah hujan normal. Termasuk diantaranya potensi terjadinya gelombang tinggi.

Saat berlayar, lanjut Dwikorita situasi cuaca ditengah lautan tidak bisa diprediksi, baik angin maupun gelomban laut. Sehingga, operator kapal dan nelayan sebaiknya menunda untuk berlayar atau melaut hingga kondisi cuaca berangsur membaik.

Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG, Eko Prasetyo mengatakan, BMKG akan memassifkan sosialisasi kepada para operator kapal agar punya pemahaman yang sama terkait informasi cuaca dan iklim yang diberikan BMKG.

Dengan begitu mereka mampu membantu kebutuhan perencanaan berlayar dan menghindarkan dari risiko akibat cuaca ekstrem.

“Kami terus membangun sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah, ormas, dan lembaga non profit sehingga kejadian kecelakaan kapal bisa dihindari dau ditekan sedemikian rupa,” pungkasnya. she 

You Might Also Like

Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Pemerintah Percepat Pemulihan Aceh Tamiang
UNS Buka Rumah Sehat untuk Isoman Covid-19 Warga dan Civitas Akademika
Miliki Misi Suka Berbagi, Willie Salim Merasa Senang Dilantik sebagai Chief Happiness Officer PT Marimas
HUT ke-56, RSI Sultan Agung Semarang Pecahkan Rekor MURI Edukasi Penanganan Gigitan Ular
Sinyal Kuat Gerindra Bangun Kapal Besar Bersama PDI Perjuangan untuk Mbak Ita di Pilwakot Semarang
TAGGED:bmkgcuaca ekstrem
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?