Dompet Dhuafa Tingkatkan KolaborAksi Lawan Pandemi

Dompet Dhuafa di usia 28 tahun yang akan jatuh pada 2 Juli, terus berhikmat untuk menggulirkan aksi kemanusiaan. Foto: ist

JAKARTA (Jatengdaily.com) — Di tengah pandemi COVID-19 fase 3, angka kasus semakin tinggi, pembatasan mobilisasi bagi masyarakat terus diterapkan di berbagai wilayah. Kasus COVID-19 yang meningkat juga berdampak pada sektor ekonomi, terutama para pegiat UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) dan kelas sosial menengah ke bawah.

“Dompet Dhuafa di usia 28 tahunnya yang akan jatuh pada 2 Juli, terus berhikmat untuk menggulirkan aksi kemanusiaan, khususnya mengangkat harkat para dhuafa dan masyarakat prasejahtera di sektor kesehatan, pendidikan, ekonomi, dakwah dan budaya, serta sosial kemanusiaan. Itu menjadi modal kami untuk terus maju dan berkolaborasi, turut menangani pandemi di negeri ini,” ujar Nasyith Majidi, selaku Ketua Yayasan Dompet Dhuafa Republika melalui pesan singkat pada Rabu (30/6/2021).

Nasyith menambahkan bahwa, “Seperti semangat Milad 28 tahun Dompet Dhuafa, yaitu #KolaborAksiBangunNegeri, kita bersama-sama, bergotong-royong dari semua lini masyarakat, untuk peduli kepada sesama. Dengan asas kemanusiaan, mari kita wujudkan aksi nyata. Apa yang bisa kita berikan kepada sesama sesuai kemampuan kita. Serupiah yang kita keluarkan, bisa menyelamatkan jiwa dan menguatkan sesama manusia. Selembar masker yang kita bagikan di tengah pandemi, akan menjadi penyelamat nyawa. Jadilah radikal kemanusiaan yang peduli sesama”.

Setahun pandemi berlalu, kebersamaan untuk membantu menekan resiko dampak COVID-19 di tengah masyarakat. Pemerintah dengan segala upaya membantu masyarakat, tidak dapat diselesaikan sendiri. Perlu adanya KolaborAksi di semua lini masyarakat. Dari perjalanan awal di 1993, Dompet Dhuafa terus menjaga khidmat melayani dhuafa dan masyarakat prasejahtera.

Dari jalur dakwah, penguatan ekonomi rakyat kecil, membantu pendidikan siswa dhuafa berprestasi, hadir cepat merespon kebencanaan, membebaskan ekonomi para petani dari jeratan ijon maupun rentenir, mencetak ibu tangguh, dan masih banyak lagi misi, menjadi jalan kerja-kerja kemanusiaan. Rasanya akan sangat dzalim kita jika menganggap tugas kemanusiaan ini hanya kewajiban negara. Kita semua punya andil menjadikan manusia Indonesia lolos dari kemiskinan, terlebih di tengah pandemi.

“Mari, jangan sampai kita lengah dan menyerah, karena pandemi ini adalah ujian. Jangan pernah lupa bahwa ujian ini datangnya dari Sang Pencipta semesta. Allah SWT Yang Maha Kuasa. Akankah kita sabar dan tawakkal, atau menyerah tanpa ihtiar? Mari bersama-sama, kuatkan #KolaborAksiBangunNegeri. Semakin kuat kolaborasi kita, banyak pula mereka yang terdampak Corona akan pulih dan terangkat kembali kehidupannya, serta menjadi insan berdaya,” pungkas Nasyith Majidi. yds