FSM UNDIP koordinasi dengan DKP Jawa Tengah dalam rangka untuk mensosialisasikan kegiatan Matching Fund Kedaireka. Foto: dok

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Fakultas Sains dan Matematika (FSM), Universitas Diponegoro (UNDIP), melakukan koordinasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jawa Tengah dalam rangka untuk mensosialisasikan kegiatan Matching Fund Kedaireka.

Kedaireka merupakan sebuah platform resmi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang bertujuan untuk membangun kemitraan antara Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dan Industri (DUDI) sebelum mengajukan skema pendanaan matching fund bersama-sama.

Pertemuan yang telah berlangsung pada 6 Agustus dilakukan antara Tim Pelaksana Matching Fund Kedaireka FSM Undip yang diwakili oleh Ketua Pelaksana, Prof. Drs. Sapto P. Putro,  Ph.D dan Dekan FSM Undip Prof. Dr. Widowati,  M.Si selaku anggota Tim Pelaksana, dengan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Tengah  Ir Fendiawan Tiskiantoro, M.Si beserta jajarannya yang diadakan di kantor DKP Jateng, Jalan Imam Bonjol, Kota Semarang.

Hadir juga Komisaris PT. Rekayasa Agromarin Indonesia (RAI) Drs Imam Kadarisman, Kepala Budi Daya Ikan Air Tawar Payau dan Laut DKP Jateng Aris Setijono S.Pi M.Si dan Ir. Arif Rahman Hakim M.Si selaku Kabid Pengawasan Sumberdaya Kelautan Perikanan DKP Jateng.

Prof Sapto yang juga Ketua Departemen Biologi FSM Undip mengatakan, kegiatan MF-Kedaireka 2021 bersama mitra PT. Rekayasa Agromarin Indonesia (RAI) akan diprioritaskan pada akselerasi implementasi Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) dalam program penerapan Smart Productive Sustainable Aquaculture.

Kegiatan ini juga melibatkan 120 mahasiswa S1 dan S2 dari Undip dan Unpad dalam rangka mendukung capaian target 8 Indikator Kinerja Utama Perguruan Tinggi – Badan Hukum (PTN-BH).

‘’Rencana kegiatan MF-Kedaireka diharapkan mampu menstransfer pengetahuan mengenai  praktik budidaya yang produktif dan ramah lingkungan melalui aplikasi Keramba Jaring Apung Bulat Bertingkat-Rolling Net System (KJABB-RNS) yang diterapkan menggunakan metode Integrated Multi-Trophic Aquaculture (IMTA),’’ jelasnya, Selasa (10/8/2021) dalam keterangan rilisnya.

Aplikasi teknologi inovatif KJABB-RNS sistem IMTA akan diintegrasikan dengan penerapan biomonitoring dengan pendekatan permodelan lingkungan sebagai Early Warning System.

‘’Penerapan smart aquaculture  akan dilakukan menggunakan  sistem informasi IoT dalam bentuk Geoportal WebApplication dengan basis data smart multi-sensors dan videography untuk penerapan green aquaculture,’’ jelasnya.

Adapun praktik budidaya sistem IMTA produktif ramah lingkungan kepada masyarakat dilakukan melalui kegiatan workshop/pelatihan, pembinaan, dan supervisi untuk meningkatkan pemahaman budidaya sistem IMTA.

‘’Sehingga ke depan menjadi salah satu andalan sumber perekonomian masyarakat. Kemanfaatan hasil inovasi KJABB-RNS ini diharapkan menjadi sarana civitas academica dalam pengembangan dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi pemecahan masalah maupun peningkatan daya saing industri perikanan budidaya nasional, termasuk intangible benefit bagi masyarakat pembudidaya khususnya Pokdakan di Kawasan Kepulauan Karimujawa, Jawa Tengah,’’ jelas Prof Sapto.

Sedangkan aplikasi teknologi inovatif KJABB-RNS sistem IMTA akan diintegrasikan dengan penerapan biomonitoring dengan pendekatan permodelan lingkungan sebagai Early Warning System. Untuk penerapan smart aquaculture akan dilakukan menggunakan  sistem informasi IoT dalam bentuk Geoportal WebApplication dengan basis data smart multi-sensors dan videography untuk penerapan green aquaculture.

Dekan FSM Prof Widowati menyatakan, MF Kedaireka sangat membantu program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka yang saat ini dibutuhkan untuk meningkatkan soft skills  mahasiswa yang didapatkan di luar kampus.

Sementara itu, Imam Kadarisman mengatakan, MF Kedaireka merupakan solusi tepat dalam memfasilitasi sinergi hilirisasi riset inovatif dari Perguruan Tinggi dan fabrikasi oleh kami, selaku DUDI untuki pengembangan budidaya perikanan modern. She