By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Gempa di Sulbar: Korban Meninggal jadi 46 Orang dan 826 Luka
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Gempa di Sulbar: Korban Meninggal jadi 46 Orang dan 826 Luka

Last updated: 16 Januari 2021 19:20 19:20
Jatengdaily.com
Published: 16 Januari 2021 19:20
Share
BNPB menyerahkan bantuan untuk penanganan gempa di Sulbar. Foto: dok.bnpb
SHARE

JAKARTA (Jatengdaily.com) – Data korban gempa bumi di Majene dan Mamuju Sulawesi Barat (Sulbar) terus bergerak. Hingga Sabtu sore (16/1/2021) BNPB mencatat jumlah korban meninggal dunia mencapai 46 orang.

Rinciannya, 9 orang meninggal di Kabupaten Majene dan 37 orang meninggal di Kabupaten Mamuju. Demikian keterangan Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Dr. Raditya Jati Sabtu (16/1/2021).

Sedangkan korban luka-luka, tambah dia, sebanyak 826 orang. Meliputi sebanyak 637 orang di Majene dan 189 orang di Mamuju. Selain itu sekitar 15 ribu orang harus mengungsi.

Pihak BNPB, kata Raditya, menyerahkan bantuan awal untuk operasional kebutuhan pokok penanganan Gempa bumi Sulawesi Barat (Sulbar) M6,2, sebesar Rp 4 miliar pada hari ini, Sabtu (16/1/2021).

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan secara simbolis di lapangan dari Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo kepada Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar.

Menurut Raditya bantuan tersebut diserahkan sebesar Rp 2 miliar untuk Provinsi Sulbar dan masing masing 1 miliar rupiah untuk Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene.

“Selain itu, BNPB juga telah mendistribusikan 8 set tenda isolasi, 10 set tenda pengungsi, 2.004 paket makanan tambahan gizi, 2.004 paket makanan siap saji, 1.002 paket lauk pauk, 700 lembar selimut, 5 unit Light Tower, 200 unit Velbed, 500 paket perlengkapan bayi, 500.000 pcs masker kain, 700 pak mie sagu dan 30 unit Genset 5 KVA,” tambahnya.

Kepala BNPB Letjen Doni Monardo bersama Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar sebelumnya meninjau lokasi terdampak gempa bumi di Kecamatan Malunda dan Ulumanda, Kabupaten Majene pada hari yang sama.

Dalam hal ini Pemerintah Sulawesi Barat telah menetapkan status darurat bencana atas gempa bumi yang menewaskan sebanyak 46 jiwa tersebut.

Untuk itu, Doni meminta agar penetapan status darurat tersebut dapat dioptimalkan dalam tahap waktu satu hingga dua pekan ke depan.

“Pemerintah Sulawesi Barat telah menetapkan status darurat bencana. Durasi ini bisa berlangsung lebih lama tergantung dari kondisi lapangan. Tahap pertama, satu-dua minggu ini kita harapkan status darurat bisa optimalkan. Seluruh komponen kekuatan yang ada bisa diberdayakan,” jelas Doni.

Turut mendampingi dalam peninjauan lapangan menggunakan penerbangan helikopter sekitar 17 menit dari Mamuju ke Majene yakni Deputy Darurat BNPB Dody Ruswandi dan Tenaga Ahli BNPB Egy Massadiah. yds

You Might Also Like

Sudah Kerja, Tetap Bisa Kuliah Komunikasi di Unissula
Dua WNI Yang Hilang Pascagempa Turki dan Ditemukan Meninggal Berasal dari Lombok dan Bali
Satpol PP Robohkan 26 Rumah di Karangjangkang Semarang, Warga Minta Keadilan
Jangan Berikan Ruang Gerak pada Mafia Tanah
Nama Anak Bupati Jepara Dicatut untuk Menipu
TAGGED:bnpbgempa majenegempa mamujugempa sulbarjumlah korban
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?