Polisi meringkus seorang ibu rumah RDA (29) warga Mertoyudan, Magelang karena terlibat kasus penipuan arisan online. Foto: dok

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Polisi meringkus seorang ibu rumah RDA (29) warga Mertoyudan, Magelang karena terlibat kasus penipuan arisan online dengan total kerugian ratusan juta rupiah. Modus yang dilakukan tersangka menawarkan arisan melalui media sosial Instagram akun ‘Arisan Menurun By Echy’.

“Jadi pelaku ini menawarkan arisan berbagai jenis yaitu tipe menurun, over slot, investasi dan duos dengan nama Arisan Menurun By Echy yang diupload di media sosial Instagram. Kerugian peserta ditaksir Rp 300 juta dengan 55 orang anggota member justru tidak dapat pencairan,” kata Kapolres Magelang AKBP Mochammad Sajarod Zakun.

Dia menyebut kejadian bermula ketika pelaku memulai usaha arisan online sejak tahun 2019. Untuk meyakinkan korban agar mengikuti arisan ini, pelaku menggunakan identitas fiktif.

“Pelaku gunakan identitas fiktif, agar percaya ada yang ikut ,” ujarnya.

Seiring berjalan waktu beberapa korban yang sudah menjadi member tidak mendapatkan hasil. Secara penghitungan dalam model arisan tersebut, pelaku sebagai admin ataupun owner hanya memperoleh keuntungan dari alokasi biaya admin per kloter/grup. Sedangkan seluruh peserta diberikan keuntungan.

“Jadi pelaku ini memperoleh tambahan keuntungan dengan adanya identitas-identitas fiktif tersebut,” ujarnya.

Merasa ditipu kemudian korban melaporkan kejadian tersebut ke Kepolisian. Polisi yang menerima laporan langsung melakukan penyelidikan dan mengamankan pelaku.

Dari hasil pemeriksaan sementara pelaku melakukan aksinya karena sudah tidak bekerja. Kemudian hasil uang kejahatan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan membeli pakaian dan lainnya.

“Keuntungan yang didapat tersangka, uangnya buat beli beberapa pakaian dan membayar utang. Rata-rata korbannya didominasi oleh wanita, dari berbagai kalangan pekerjaan dan  mahasiswa,” jelasnya.

Kapolres menghimbau untuk masyarakat lebih hati hati dan waspada jika mengikuti arisan online.

“Kami minta hati hati dan cermati ajakan arisan di internet atau media sosial, khususnya dengan janji- janji yang tidak masuk akal dan orang yang belum terlalu dikenal. Lalu apabila mengetahui adanya informasi mengenai arisan fiktif, dapat segera melaporkan kejadian ke Kepolisian,” ucapnya.

Saat ini pelaku masih dalam pemeriksaan petugas untuk pengembangan lebih lanjut.

“Atas perbuatannya, pelaku dijerat tindak pidana penipuan dan atau penggelapan, Sebagaimana Dimaksud Dalam Pasal 378 KUHPidana, dan atau Pasal 372 KUHPidana. Ancaman pidana penjara paling lama empat tahun,” pungkasnya. adri-she