Gus Yusuf Dorong Pemerintah Cari Solusi Pasca-Banjir

Ketua DPW PKB Jawa Tengah KH M Yusuf Chudlori saat memimpin penyerahan bantuan kepada korban banjir di Kota Pekalongan. Foto:dok

PEKALONGAN (Jatengdaily.com) – DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Tengah memberi bantuan kepada korban banjir Kota Pekalongan. Ketua DPW PKB Jawa Tengah KH M Yusuf Chudlori memimpin langsung pemberian bantuan tersebut melalui Lazisnu Kota Pekalongan ketiga wilayah yaitu Pasirsari, Kramatsari, dan Panjang Wetan, serta Wonokerto dan Tirto Kabupaten Pekalongan.

“Kami memberi bantuan sembako ke dapur-dapur umum, lalu peralatan lain seperti selimut hingga obat-obatan misalnya obat kulit, obat masuk angin, minyak kayu putih,” katanya ditemui di gedung Aswaja PCNU Kota Pekalongan, Minggu (21/2) sore.

Gus Yusuf, sapaan akrabnya, datang bersama Wakil Ketua DPRD Jateng Sukirman, dan Ketua Komisi E DPRD Jateng Abdul Hamid serta Wakil Ketua DPRD Kota Pekalongan H Nusron.

Gus Yusuf beserta rombongan langsung menyapa warga ke lingkungan yang masih tergenang banjir sepaha orang dewasa sambil membagi nasi bungkus. Selain itu, ada juga pemberian bantuan tiga perahu karet untuk membantu petugas relawan NU di kota Pekalongan.

Gus Yusuf, menyatakan pentingnya penanganan pascabanjir. “Pemulihan pascabanjir itu juga penting, bagaimana ekonomi bisa kembali berjalan dan bagaimana banjir ini segera ditangani,” jelasnya.

Dari sisi kesehatan, imbuh Gus Yusuf, segera dilakukan pemeriksaan gratis terhadap korban banjir. Nasib anak-anak juga harus mendapat perhatian serius, agar mereka tidak mengalami trauma. “Datangkan psikolog terbaik, programkan “trauma healing”. Kasihan anak-anak mereka kehilangan lingkungan untuk tempat bermain,” paparnya.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua DPRD Jateng Sukirman. Dia mengatakan, ada tiga hal yang menjadi titik tekan dalam penanganan banjir ini. Antara lain sektor kesehatan, perbaikan lingkungan, hingga pemikiran untuk relokasi warga.

“Saya akan izin Gus Yusuf, agar Fraksi PKB mengusulkan relokasi. Salah satu upaya relokasi misalnya dengan program transmigrasi. Ini karena sebagian besar daerah di Kota Pekalongan sudah tidak layak dihuni akibat banjir. Kalau kemarau, lingkungan banjir air rob, kalau hujan kebanjiran. Sementara tanggul raksasa yang sudah dibangun ternyata secara teknis simalakama. Pas hujan justru menghalangi air hujan mengalir ke laut.

Dia menilai transmigrasi merupakan salah satu mitigasi bencana banjir yang efektif. “Karena, selain memberikan tempat yang baru, masyarakat juga mendapatkan lahan untuk bekerja. Usulan ini memang berat, tapi perlu mulai dipikirkan,” kata Sekretaris DPW PKB Jawa Tengah ini.

Ketua PCNU Kota Pekalongan, Muhtarom menambahkan sejak sebulan lalu, pihaknya sudah membuka Posko NU Peduli untuk membantu korban banjir. Setiap hari, para relawan posko membagikan 5.000 nasi bungkus ke korban banjir dan menyyuplai kebutuhan untuk dapur umum di beberapa titik kota Pekalongan.

“Kami juga melakukan evakuasi korban banjir. Kami akan tetap buka posko hingga banjir surut,” jelasnya. st

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here