DEMAK (Jatengdaily.com) – Pemkab Demak akhirnya melakukan aksi borong bawang merah petani. Menyusul ratapan petani terkait harga jual pasca-panen yang anjlok hingga Rp 5 ribu per kilogram dari harga normal Rp 15 ribu.
Sehubungan aksi borong langsung dari petani itu, Bupati dr Hj Eisti’anah menginstruksikan jajaran birokrasi membeli seharga Rp 15 ribu per kilogram. Masing-masing ASN diwajibkan membeli 2 kilogram.
Bupati menyampaikan, aksi borong bawang merah langsung dari petani tersebut memang bukan solusi mengatasi harga pasca-panen yang terjun bebas dari harga normal Rp 15 ribu menjadi Rp 5 ribu per kilogram. Namun minimal bisa meringankan beban petani dari kerugian hingga milyaran rupiah pada musim ini.
“Kondisi panen bawang merah musim ini bagus tapi harga sangat rendah karena bersamaan panen raya. Sehingga hukum pasar berlaku, dan menjadikan harga jual jatuh,” kata bupati, didampingi Plt Kabag Perekonomian Setda Demak Arief Sudaryanto, Selasa (16/11/2021).
Lebih lanjut bupati menjelaskan, ikut andil menjadi penyebab panen berlimpah adalah pola tanam serentak bawang merah di sejumlah desa. “Mestinya ada semacam penjadwalan tanam secara bergiliran, sehingga kuantitas maupun kualitas produksi terjaga. Di samping ketersediaan barang yang berkelanjutan, seperti diharapkan perusahaan produsen makanan selama ini,” tuturnya.
Mengenai aksi borong bawang merah tersebut, setidaknya 14 ton hasil panen terserap sementara ini. Sehubungan jumlah ASN di lingkungan pemkab sebanyak 7.000-an personel, dan masing-masing mereka diwajibkan membeli dua kilogram seharga Rp 15 ribu setiap kilogramnya.
Sehubungan itu, Kades Kunir M Romli menyampaikan terimakasih. Meski jumlah serapan terhitung kecil, namun adanya kepedulian pemkab tersebut setidaknya akan meredam kekecewaan petani.
Sebab desanya yang merupakan salah satu sentra pertanian bawang merah, terdapat setidaknya 150 hektar lahan, dengan produktivitas 7-9 ton per hektar. “Jika biaya produksi antara Rp 30 juta – Rp 40 juta per hektar, sedangkan hasil panen hanya dihargai Rp 10 ribu per kilogram, visa dihitung berapa kerugian ditanggung petani saat ini,” ujarnya.
Ke depan dia berharap adanya kepastian atau jaminan harga baku dari pemerintah semacam harga eceran tetap (HET). Sehingga ketika panen raya masih bisa terjual dengan harga minimun atau HET, dan petani tidak merugi.
Turut hadir pada kegiatan borong bawang merah oleh ASN itu Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Iskandar Zulkarnaen, Plt Kepala Dinas Pertanian Agus Herawan, serta Asisten II Sekda Demak HM Agus Nugroho. rie-yds


