Imam M Nizar Ingin Fokus di Jalur Musik Religi

Imam M Nizar, mantan wartawan tabloid Nova fokus di musik religi. Foto:sb

JAKARTA (Jatengdaily.com) – M Nizar adalah seorang jurnalis yang memilki jiwa seni mumpuni, khususnya seni musik. Banyak karya lagu yang ia lahirkan. Namun namanya belum melangit seperti halnya musisi lain, semua itu mungkin sebagai wartawan malas menulis dirinya sendiri. “Masa gw harus menulis diri gw sendiri, onani dong, ” kata M Nizar lugas ketika dihubungi via ponselnya, Senin (3/5/2021)

Ternyata mantan wartawan Tabloid Nova ini memiliki suara yang mumpuni, wajar saja ketika Nizar menyodorkan lagu karya terbarunya ke Hadi Sunyoto produser rekaman suara Dari HP Record, malah meminta agar Nizar Yang membawakannya sendiri.

“Kamu saja yang bawakan lagu itu, ” ujar Hadi Soenyoto dari Hp Record pada M.Nizar saat menawarkan contoh lagu mentah — hanya diiringi alat musik guitar untuk salah satu artis Hp Record.

Percakapan singkat itu terjadi di kantor Hp Record, sekitar tahun 1997, di Town House, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Singkat cerita, M. Nizar yang saat itu masih aktif sebagai jurnalis di media hiburan, Kelompok Kompas Gramedia, memilih melakoni pekerjaannya sebagai wartawan.

Dunia musik dan pencipta lagu, dijadikan hobi yang membawa keberuntungan sendiri. Setidaknya, dari Hp Record, beberapa lagunya di produksi untuk artisnya. Bahkan, pernah beberapa album, M. Nizar sebagai produser di bawah naungan Hp Record.

Seperti di album, Cinta Dalam Noda kerja bareng dengan Deddy Dores ( alm) di bawakan artis Helda Zanara, Album, Masih Mungkinkah, Helda Sanira, Album Semalam Kau Dimana, diusung isteri aktor Teddy Syah, Rina Gunawan ( alm) dan beberapa single disuarakan oleh artis Hp Record dan Metrotama, diantaranya, ada Nafa Urbach dan Vini Alvionita, pesinetron Kedasih, saat itu populer di TPI.

Belakangan, sebelum dirinya aktif menciptakan lagu lagu religi, pernah membuat mini album dangdut, Cinta Yang Terluka, sekaligus produser dari album tersebut. Eksekutive Produser oleh Yitno — lagu label dari album tersebut di bawakan oleh aktor Eppie Kusnandar, juga di kenal dalam sinetron Preman Pensiunan di RCTI. Empat lagunya, Padang Bulan ( cpt M.Nizar) Berulangkali ( cpt, Sigit Pambudi) Kemana Kemana ( cpt, M.Nizar) dan Malam Yang Dingin ( M.Nizar / Mient Pribadi ) disuarakan oleh model Karina Ranau.

Empat tahun belakangan ini, M.Nizar ingin lebih fokus di jalur musik religi lewat plafond digital. Bukan sekadar kerja bareng dengan para yuniornya, M.Nizar pun sudah menambahkan namanya sebagai Imam M.Nizar —- nama kecil kerap di panggil sehari hari di lingkungan keluarga dan teman temannya. Dan, nama tersebut, tercatat di KCI ( Karya Cipta Indonesia)

Di jalur religi, sudah banyak lagu dan album yang diproduserinya. Yang paling gres, ada artis Elmira Batik, Lea Kostra dan Heri Widharto. Bahkan dalam beberapa kesempatan Imam M. Nizar, kerja bareng dengan penulis buku, Kang Maman Suherman. Di mana karya puisi Kang Maman Suherman dimusikalisasi kan oleh Imam M.Nizar dan Heri Widharto.

Dari buku, Hijaber Jika Itulah Jalanmu: Melangit Bersama, Lelaki Pujaan Perempuan Suci dan Perempuan Luar Biasa, lahir dalam nada lagu di chenel Senandung Syair Religi SSR TV . Yastaqimu yang disuarakan sendiri oleh Imam M. Nizar, inginnya menjadi bentuk implementasi bagi kehidupan pribadi dan keluarganya. sb/st

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here