Ketahanan Pangan dan Ruang Ekonomi Rakyat

Oleh: Mohammad Agung Ridlo

SEKTOR pertanian sampai saat ini masih menjadi ruang aktivitas untuk sebagian besar rakyat di Indonesia. Sekitar 100 juta jiwa penduduk di negeri ini masih bekerja di sektor pertanian. Sektor pertanian khususnya ketahanan pangan tampak masih bertumpu pada level menengah kecil, yang selalu dibutuhkan manusia, terlebih konsumen di Indonesia sangat besar. Mengingat saat ini ketahanan pangan di Indonesia masih memberikan ruang ekonomi yang sangat luas bagi rakyat khususnya rakyat kecil dan menengah, maka sangat tepat apabila kita berharap usaha menengah kecil di Indonesia bisa menjadi pondasi yang kuat dalam mengembangkan sektor pertanian.

Pengembangan sektor pertanian yang dominasinya di wilayah perdesaan dapat dilakukan dengan konsep pengembangan agribisnis, yaitu menjadikan desa yang tadinya bersifat relatif tertutup dalam komunikasi maupun perdagangan menjadi lebih terbuka. Artinya bahwa dengan konsep ini diharapkan desa menjadi “agropolis” yaitu desa dengan potensi utama pendapatan asli daerah dari hasil pertanian yang mampu menjadi filter dan mencegah perpindahan penduduk desa tersebut ke kota.

Desa-desa agropolis bisa disebut juga dengan istilah agropolitan district, karena dominasi pemanfaatan lahan dan aktivitas masyarakatnya berkaitan dengan sektor pertanian. Dengan kata lain bahwa pengembangan agropolitan district berarti mewujudkan suatu struktur ekonomi yang didukung oleh sektor pertanian yang tangguh, dan sektor industri yang telah berkembang, sehingga diharapkan tercapainya suatu pertumbuhan pembangunan sekaligus pemerataan pertumbuhan.

Dalam mewujudkan agropolitan district maka diperlukan strategi pengembangan agribisnis yang meliputi aspek ekonomi, aspek sosial dan aspek fisik yang berupa pengembangan prasarana dan sarana agribisnis. Strategi pengembangan agribisnis ini berorientasi pada: Pertama, Pengembangan agribisnis dalam arti luas meliputi: (a) Peningkatkan mutu dan produksi pertanian serta sumber daya hayati melalui pola intensifikasi, ekstensifikasi dan rehabilitasi yang terpadu guna mempertahankan dan memantapkan swasembada pangan. (b) Pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, meningkatkan taraf hidup petani dan komoditi ekspor non migas, mendorong perluasan dan pemerataan kesempatan kerja. (c) Peningkatan usaha-usaha pemanfaatan lahan semaksimal mungkin dengan mengusahakan berbagai macam (variasi produk) tanaman pangan, perkebunan dan kehutanan, namun tetap memelihara kelestarian sumber alam dan lingkungan hidup.

Kedua, Pengembangan agroindustri yang berorientasi pada peningkatan proses industrialisasi guna mendukung berkembangnya industri sebagai penggerak utama laju pertumbuhan ekonomi. Selain itu juga berorientasi pada pengembangan industri yang mengolah produk-produk hasil pertanian baik pertanian tanaman pangan, perkebunan, peternakan, kehutanan dengan memanfaatkan tenaga kerja sebanyak mungkin. Selanjutnya pengembangan industri kecil dan kerajinan yang diarahkan untuk memperluas lapangan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat terutama golongan ekonomi lemah serta peningkatkan dan pengembangan industri kecil yang berorientasi eksport dan memperluas sektor-sektor industri kecil.

Ketiga, Pengembangan sektor perdagangan dan koperasi yang berorientasi pada: (a) peningkatan peran dan partisipasi pedagang kecil melalui penyediaan sarana dan prasarana, pembinaan usaha serta perlindungan berusaha. (b) Peningkatan dan pembinaan kelembagaan organisasi dan manajemen koperasi guna mengembangkan peranan koperasi dalam pembangunan dan perekonomian masyarakat. (c) Mendorong pertumbuhan dan perkembangan koperasi di berbagai sektor: pertanian, industri, angkutan dan lain-lain dengan menyediakan sarana usaha dan bantuan permodalan.

Keempat, Pemerintah perlu terus melakukan upaya untuk membina para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) agar menjadi pondasi yang kuat dalam mendukung ekonomi Indonesia. Selain itu juga memfasilitasi pelatihan manajemen agribisnis bagi para petani dan penduduk yang beraktivitas disektor pertanian serta para pelaku usaha kecil dan menengah untuk bergerak di sektor pertanian.

Kelima, Pemerintah perlu memfasilitasi para petani dan UKM agar terus berinovasi bukan hanya menguasai pasar di Indonesia saja, melainkan ekspor untuk komoditas-komoditas tertentu. Demikian pula halnya untuk UKM yang telah berhasil dapat mengimplementasikan pengalaman dan menyebarkan ilmu khususnya dari negara lain, maka perlu dirangkul dan difasilitasi oleh pemerintah agar turut mengembangkan usaha pertanian di Indonesia.

Keenam, Pengembangan pada aspek sosial masyarakat yang berupa: (a) Penyebaran fasilitas pelayanan sosial sampai ke daerah-daerah yang terpencil. Pemerataan penyebaran fasilitas sosial tersebut diharapkan dapat merangsang pertumbuhan masing-masing daerah (desa dan kecamatan) sehingga dapat mengurangi arus urbanisasi dari desa ke kota. (b) Peningkatan kualitas sumber daya manusia. (c) Perluasan dan pemerataan kesempatan kerja.

Ketujuh, Pengembangan prasarana dan sarana agribisnis yang di dalam pengusahaannya untuk meningkatkan atau menggairahkan sektor agroindustri dan agribisnis dikaitkan dengan pengembangan di sektor perhubungan maupun sektor pariwisata. Misalnya: Pembangunaan dan peningkatan infrastruktur jalan yang menghubungkan antar wilayah (termasuk wilayah terisolir), sehingga dapat mengembangkan potensi wilayah baik yang berpotensi sebagai wilayah agribisnis, agroindustri maupun agrowisata.

Pengembangan pertanian dengan konsep agribisnis sangat diperlukan untuk menyiapkan wilayah perdesaan dan menyiapkan para petani dalam menghadapi tantangan dan krisis global kedepan. Krisis global diperkirakan akan sangat intens dirasakan di Indonesia beberapa tahun kedepan bahkan berkepanjangan. Jika kita salah mengambil keputusan, maka resiko kegagalan tidak hanya membahayakan bagi para petani, tapi bagi seluruh rakyat, ketahanan nasional dan NKRI.

Dr. Ir. Mohammad Agung Ridlo, MT, Sekretaris Jenderal Forum Doktor Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA). Jatengdaily.com–st

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here