Kolaborasi Penjaminan Mutu Pendidikan Pusat dan Daerah Itu Bernama Si Jamu Cerdas

UNGARAN (Jatengdaily.com) – Sistem Penjaminan Mutu Cepat Responsif dan Dinamis dan Tim Cerdas (Si Jamu Cerdas) adalah kolaborasi penjaminan mutu pendidikan dan daerah. Hal itu diungkapkan Ketua Tim Efektif sekaligus penggagas Si Jamu Cerdas, Melati Indri Hapsari pada FGD bertema Penyusunan Pedoman Sistem Penjaminan Mutu Cepat Responsif dan Dinamis dengan Tim Cerdas (24-25 Mei 2021).

Melati mengatakan Sistem Penjaminan Mutu Cepat Responsif dan Dinamis merupakan bagian dari program yang diusulkannya dalam proyek perubahan pelatihan kepemimpinan nasional tingkat 2 Kemendikbudristek. Gagasan ini muncul dengan melihat adanya ketimpangan penjaminan mutu antara pendidikan formal dan nonformal.

“Di pendidikan formal, penjaminan mutu yang diselenggarakan LPMP sudah memiliki sistem yang baku. Setiap agenda penjaminan mutu dilaksanakan, tim yang ada di dinas pendidikan dan LPMP sudah tinggal jalan, sudah saling memahami tugas dan fungsinya masing-masing. Namun hal itu tidak terjadi di pendidikan nonformal,” katanya.

Melati yang kini menjabat sebagai fungsional Widyaprada Ahli Madya di PP PAUD dan Dikmas Provinsi Jawa Tengah, menambahkan bahwa PAUD dan pendidikan nonformal masih tertinggal dalam penjaminan mutunya karena belum adanya pedoman baku dalam sistem yang digunakan. Padahal menurutnya penjaminan mutu berkaitan erat dengan kualitas pendidikan.

“Cita cita negara dalam UUD 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, yang salah satu pelaksanaannya adalah melalui pendidikan. Kualitas pendidikan akan tercapai bila proses penjaminan mutu sukses mulai dari tingkat usia dini hingga perguruan tinggi. Ini tidak bisa dipisahkan, harus sejalan modular dan berkesinambungan.”

Lebih lanjut dikatakan Melati, kolaborasi dengan Dinas Pendidikan kabupaten/kota ini dikarenakan urusan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan nonformal merupakan kewenangan pemerintah kabupaten/kota. Target dari pendampingan Si Jamu Cerdas ini diharapkan pemerintah daerah menetapkan regulasi penjaminan mutu pendidikan.

“Regulasi itu antara lain berupa peraturan wali kota atau bupati terkait penjaminan mutu pendidikan, rencana aksi penjaminan mutu pendidikan kabupaten/kota, pembentukan satuan tugas atau tim penjaminan mutu pendidikan. Pedoman yang disusun ini memberi arahan terkait pembentukan satuan tugas atau tim penjaminan mutu, penyusunan program kerja penjaminan mutu serta strategi melakukan penjaminan mutu PAUD dan pendidikan nonformal,” tegasnya.

Kegiatan yang diadakan Pusat Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PP PAUD dan Dikmas) Provinsi Jawa Tengah di kantor PP PAUD dan Dikmas Jateng Jl Diponegoro 250 Ungaran, Kabupaten Semarang itu dibuka oleh Kepala Bagian Tata Usaha Sigit.

Sigit mengatakan diskusi dalam perumusan penyusunan pedoman sistem penjaminan mutu untuk satuan pendidikan PAUD dan pendidikan nonformal ini bagian dari kolabarasi pendidikan. Tim Efektif yang berasal dari PP PAUD dan Dikmas Provinsi Jawa Tengah itu berkolaborasi dengan perwakilan dari 10 Dinas Pendidikan kabupaten/kota di Jawa Tengah.

“Kami mengajak Dinas Pendidikan merumuskan pedoman yang akan dipakai dalam proyek percontohan penerapan sistem yang diperkenalkan dengan nama Si Jamu Cerdas. Ini menjadi program perubahan pelatihan kepemimpinan nasional tingkat 2 salah satu Widyaprada Madya di PAUD Dikmas Jateng,” katanya.

Sigit menambahkan, usai perumusan pedoman ini, selanjutnya akan disosialisasikan ke 35 Dinas Pendidikan kabupaten/kota di Jawa Tengah secara bertahap. Diharapkan dengan penerapan sistem ini dapat meningkatkan kualitas satuan pendidikan PAUD dan Nonformal. st

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here