By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Masuk Musim Hujan, Waspadai DBD
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Masuk Musim Hujan, Waspadai DBD

Last updated: 30 September 2021 06:33 06:33
Jatengdaily.com
Published: 30 September 2021 06:33
Share
Fogging untuk mencegah DBD. Foto: Humas
SHARE

TEMANGGUNG (Jatengdaily.com)– Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung meminta masyarakat mewaspadai potensi penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) saat memasuki musim hujan. Pada September ini, Dinkes Temanggung sudah menemukan lima kasus penderita DBD.

“Kita harus tetap menjaga kebersihan agar terhindar dari demam berdarah, karena kami menemukan ada lima kasus DBD di Temanggung. Kelima penderita itu sempat dirawat di rumah sakit, dan alhamdulilah sekarang sudah sembuh,” kata Sekretaris Dinkes Temanggung, Dwi Sukarmei, Rabu (29/9/2021).

Sebagai upaya pencegahan penyakit demam berdarah tersebut, dengan menggandeng petugas Puskesmas dan kader desa, Dinkes gencar melakukan sosialisasi gerakan 3M, yakni menguras air di penampungan, menutup rapat tempat penampungan air, dan mengubur atau memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular DBD.

“Terkait kondisi cuaca yang belakangan masuk musim hujan, Dinkes gencar melakukan sosialisasi maupun program. Salah satunya melakukan promosi seksi kesehatan kepada masyarakat,” ujar Dwi.

Pihaknya juga terus monitoring tempat-tempat yang rawan DBD. Apabila ada gejala penyakit, akan segera ditangani, karena tenaga kesehatan sudah siaga.

Selain melakukan sosialisasi, Dinkes sudah melakukan penyemprotan di beberapa titik yang terindikasi terjadi DBD di Kecamatan Temanggung.

“Kami sudah melakukan penyemprotan juga di beberapa titik. Penyemprotan dilakukan seksi pencegahan dan pengendalian penyakit menular di lokasi penderita DBD,” imbuhnya.

Dijelaskan, penyakit demam berdarah disebabkan virus dengue yang ditularkan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus. Kedua nyamuk itu menggigit pada pagi hari sampai sore menjelang petang. Gejala umumnya timbul empat hingga tujuh hari sejak gigitan nyamuk, dan dapat berlangsung selama 10 hari.

Beberapa gejala demam berdarah, beber Dwi, demam tinggi mencapai 40 derajat celsius, nyeri kepala berat, nyeri pada sendi, otot, dan tulang. Kemudian nyeri pada bagian belakang mata, nafsu makan menurun, mual dan muntah, pembengkakan kelenjar getah bening, ruam kemerahan sekitar dua hingga lima hari setelah demam.

“Selain itu, kerusakan pada pembuluh darah dan getah bening, serta pendarahan dari hidung, gusi, atau di bawah kulit,” pungkasnya. she 

You Might Also Like

Nama Charoen Pokphand Dicatut untuk Penipuan Investasi Ternak Babi di Jepara
Unissula Raih Predikat PTS Terbaik Nasional Tahun 2022
Harga Minyak Dunia Naik Tajam ke Level Tertinggi
PSIS vs Persebaya 3-2, Imran Nahumarury Pesan Jangan Jumawa
Waspadai Erupsi Merapi, Ganjar Perintahkan Siapkan Penanganan Pengungsi Saat Pandemi
TAGGED:FoggingMasuk Musim HujanWaspadai DBD
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?