By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Masyarakat Diimbau Hindari Borong Obat dan Vitamin Berlebihan
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Masyarakat Diimbau Hindari Borong Obat dan Vitamin Berlebihan

Last updated: 11 Juli 2021 08:06 08:06
Jatengdaily.com
Published: 11 Juli 2021 08:06
Share
Ilustrasi. Foto: Pemkab Magelang
SHARE

MAGELANG (Jatengdaily.com)– Melonjaknya kasus terkonfirmasi positif Covid-19, mempengaruhi perilaku masyarakat, salah satunya memborong obat dan vitamin, termasuk masyarakat di Kabupaten Magelang.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi mengimbau masyarakat agar tidak panik dan memborong obat serta vitamin secara berlebihan.
“Imbauan kepada masyarakat untuk tetap melaksanakan prokes dengan sangat ketat, dan tidak membeli obat-obatan atau vitamin secara berlebihan namun secukupnya saja,” pesan Nanda, dilansir Minggu (10/7/2021).
Apoteker Apotek Karunia Santan Mertoyudan Magelang, Iin Muslikhah mengatakan, sejak Mei 2021 mulai terjadi kenaikan permintaan obat dan vitamin. Puncaknya pada Juni-Juli ini.
“Obat generik Azithromycin 500mg berbentuk kaplet, yang mempunyai sifat antibiotik. Dan obat Oseltamivir 75mg berbentuk kapsul, mempunyai sifat anti virus, sehingga banyak yang mencari. Kedua obat itu harus pakai resep dokter, karena tergolong obat keras.
Hal tersebut membuat keberadaan obat di apotek menjadi kosong, Harus inden dulu, distributor kosong, karena diutamakan rumah sakit dahulu,” ucap Iin.
Harganya tergantung merek pabrik, harga jual dengan resep Rp6.000-an. Harga sekarang harga eceran terendah Rp1.700. Menurut peraturan dari Kemenkes harga untuk obat virus turun, namun saat ini barang kosong atau langka.
“Sudah dari beberapa bulan obat tersebut tidak ada. Pada awal Covid-19 tahun lalu masih ada,” terang Iin.
Selain obat resep dokter tersebut, hal yang sama juga dialami produk multivitamin terutama merek terkenal mulai sulit dicari. Namun masih bisa dicarikan multivitamin lain, meskipun merknya tidak terkenal, tapi mempunyai komposisi sama, yang mengandung vitamin B, C, D, E dan mineral Zink.
“Ada pembeli yang mau ditawari multivitamin merek lain, karena yang merek terkenal juga kosong barangnya, tapi juga ada yang tidak mau merek tidak terkenal, padahal komposisinya sama.
Harapannya masyarakat tidak perlu memborong obat dan vitamin merek tertentu, karena asal komposisi sama, khasiatnya juga sama,” pesan Iin.
Iin menambahkan, peningkatan permintaan juga dialami oleh obat batuk flu, parasetamol, serta masker dan hand sanitizer.
“Untuk masker dan hand sanitizer permintaan meningkat, karena seiring dengan kesadaran masyarakat dalam penerapan prokes,” kata dia. she 

You Might Also Like

Sakit Hati Ditegur, Murid MA di Demak Nekad Aniaya Guru
Kabupaten dan Kota di Jateng Diminta Habiskan Stok Vaksin
Kenang Polisi Jujur, Kapolda Jateng Resmikan Pembangunan Monumen Hoegeng di Pekalongan
Ribuan Warga Padati Bakti Sosial Kapolda dan BEM se-Jateng
Beri Layanan Prima Pelanggan, Transcosmos Indonesia Resmikan CX Square Terbaru di Semarang
TAGGED:borong obatobat
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?