Masyarakat Diimbau Terus Gotong Royong Lawan COVID-19

Bupati dr Hj Eisti'anah didampingi Ketua DPRD Demak H Fahrudin BS dan pimpinan DPRD dan Forkompimda usai mendengarkan pidato kenegaraan Presiden RI Joko Widodo. Foto: rie

DEMAK (Jatengdaily.com) – Merdeka bukanlah akhir dari perjuangan. Sebaliknya, merdeka justru awal dari perjuangan mengisi kemerdekaan untuk mewujudkan cita-cita dari para pendiri bangsa, sebagaimana termaktub pada pembukaan UUD 1945.

Ketua DPRD Demak H Fahrudin BS menyampaikan, 76 tahun merdeka banyak kemudahan dan kenyamanan dirasakan masyarakat Indonesia. Meski saat ini pandemi tengah memporandakan kehidupan sosial dan ekonomi bangsa, namun setidaknya tak ada lagi penjajah yang menindas negeri ini hingga merenggut kebebasan hidup berbangsa.

“Sehubungan itu generasi muda Kota Wali mestinya bisa mengisi kemerdekaan sesuai dengan porsi masing-masing. Misalnya yang sekolah dengan belajar sungguh-sungguh sehingga ilmu yang didapatkan bermanfaat untuk masyarakat,” ujar politisi PDIP itu, usai menghadiri Rapat Paripurna dengan agenda mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI Joko Widodo, Senin (16/8/2021).

Hargai perbedaan, karena adanya perbedaan itu menjadi semangat mencapai tujuan. Bangsa Indonesia harus bisa berupaya merubah dan menjadikan musibah sebagai berkah untuk semua.

Namun yang terpenting, lanjutnya, dalam kondisi seperti sekarang semua elemen masyarakat bisa bergotong-royong berperang melawan COVID-19. Baik secara medis maupun dalam pemulihan sosial ekonomi.

“Jangan sampai ada kata menyerah. Karena musuh kita saat ini adalah virus yang tak hanya melemahkan kesehatan manusia di muka bumi ini, namun juga melumpuhkan kehidupan sosial ekonomi,” imbuhnya.

Di sisi lain, Bupati dr Hj Eisti’anah menambahkan, Hari Kemerdekaan Republik Indonesia identik dengan perayaan yang meriah . Namun dengan adanya pandemi COVID-19, demi pencegahan tersebarnya virus mematikan tersebut acara dilaksanakan secara sederhana dan tentunya tetap mematuhi standar protokol kesehatan.

“Upacara yang biasa dilakukan di lapangan seperti tahun-tahun sebelumnya kini berubah menjadi upacara via daring atau melalui online. Kemudian sesuai dengan SE Bupati No 965 / 33 / 2021, per tanggal 21 Juli 2021 ASN diwajibkan mendengarkan lagu Indonesia Raya. Serta membaca teks Pancasila setiap harinya lingkungan OPD masing-masing.

“Untuk acara peringatan HUT RI ke 76 upacara tetap dilakukan di tingkat kabupaten, secara teknis akan di sesuaikan. Ada ASN yang mengikuti upacara secara langsung di lapangan terbuka, pada saat sama ada pula yang mengikuti daring melalui zoom dan YouTube,” kata bupati.

Tepat tanggal 17 Agustus 2021 mulai pukul 10.17-10.20 selama 3 menit masyarakat dihimbau menghentikan kegiatan sejenak, kemudian untuk mengumandangkan lagu Indonesia Raya. Kecuali dengan situasi atau keadaan tertentu.

Bupati menambahkan, demi menumbuhkan rasa nasionalisme terhadap anak-anak, pihak sekolah harus mempunyai inisiatif atau improvisasi untuk anak-anak didik. “Pihak sekolah, dalam hal ini bapak atau ibu guru dalam memberikan pelajaran secara daring sebelumnya bisa disisipkan untuk mendengarkan lagu Indonesia Raya, mendengarkan naskah pancasila, naskah teks proklamasi, dan lagu-lagu nasional lainnya,” tandas bupati. rie-yds