Masyarakat Diharapkan Mandiri Hadapi Pandemi Covid-19

tersebut Dr. Ir. Mohammad Agung Ridlo, MT menyerahkan buku panduan untuk jamaah majelis taklim Darun Nisa’, dalam rangka menindaklanjuti kerja sama antara LPPM Unissula dengan majelis taklim Darun Nisa’. Foto:ist

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Bencana yang terjadi di masyarakat saat ini adalah adanya wabah penyakit atau pandemi. Pandemi saat ini adalah jenis virus yang dapat menular hingga menimbulkan dampak yang berbahaya, yaitu virus corona atau Covid-19. Sampai saat ini pandemi covid-19 belum usai.

”Diharapkan masyarakat siap mengantisipasi terjadinya penularan covid-19 dan memutus rantai penyebaran Covid-19 dengan perilaku hidup sehat dan bermasyarakat sesuai dengan protokol kesehatan. Selain itu masyarakat  diharapkan mampu mandiri secara ekonomi, kebutuhan dan kebertahanan hidup tetap terpenuhi,” pinta Dr Ir Mohammad Agung Ridlo MT dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Senin (13/09/2021).

Dia menjelaskan, kemandirian masyarakat bisa dilihat secara fisik, sosial dan ekonomi. Kemandirian secara fisik dalam konteks kesehatan dan kebersihan lingkungan dan dapat mewujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Kemandirian secara sosial adalah masyarakat semakin berkemampuan dalam berinteraksi dengan tetangga, lingkungan jamaah dan orang lain, dalam bentuk kepedulian sosial dalam menghadapi pandemi covid-19.

Sedangkan kemandirian secara ekonomi, yaitu berkemampuan mengatur ekonomi sendiri dan tidak tergantung kebutuhan ekonomi kepada orang lain. Memang sampai saat ini pandemi Covid 19 berdampak secara secara ekonomi di masyarakat. Artinya masyarakat diharap dapat mandiri secara ekonomi, namun tetap mempunyai rasa peduli sosial terhadap tetangga dan lingkungan yang terdampak secara ekonomi.

Jika ada warga yang terpapar covid-19 maupun yang terdampak secara ekonomi, maka masyarakat atau warga yang sehat dan mampu secara ekonomi membantu mereka. Bantuan tersebut dapat berupa uang maupun barang atau kebutuhan bahan pokok dan disampaikan ke satgas penanganan covid-19 di lingkungannya, yang selanjutnya di distribusikan ke warga yang terpapar dan terdampak. Artinya bahwa kemandirian masyarakat yang terwujud dalam bentuk swadaya masyarakat atau jogo tonggo.

Diharapkan melalui kegiatan yang dilaksanakan majelis taklim Darun Nisa’ akan terwujud kemandirian masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 dengan tumbuhnya kemampuan, kemauan dan motivasi masyarakat untuk turut berpartisipasi melakukan upaya preventif dalam pencegahan penularan dan upaya memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19.

Pada kesempatan tersebut Dr. Ir. Mohammad Agung Ridlo, MT juga menyerahkan buku panduan untuk jamaah majelis taklim Darun Nisa’, dalam rangka menindaklanjuti kerja sama antara LPPM Unissula dengan majelis taklim Darun Nisa’. Selain itu dia juga menyampaikan pesan dengan dimulainya kembali kegiatan jamaah majelis taklim Darun Nisa’ yang berada di RW 04, Kelurahan Ngaliyan, pada saat pandemi covid-19 dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. st