Komite II DPD RI saat melaksanakan mediasi dan advokasi kepada warga kampung nelayan di Tambakrejo, Kelurahan Tambakrejo, Kota Semarang. Foto: dok

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI melaksanakan mediasi dan advokasi kepada warga kampung nelayan di Tambakrejo, Kelurahan Tambakrejo, Kota Semarang yang terdampak penggusuran pada 9 Mei 2019 silam. Hingga saat ini ada 97 Kepala Keluarga (KK) tinggal di hunian sementara (huntara) hingga lokasi baru untuk hunian tetap selesai dibangun oleh Pemkot Semarang.

Rombongan Komite II DPD RI yang dipimpin oleh Abdullah Puteh diterima Walikota Semarang Hendrar Prihadi, di Gedung Moch Ichsan, Balaikota Semarang, Jumat (3/9/2021).

Pada kesempatan tersebut, Puteh memaparkan salah satu peran DPD adalah menyampaikan aspirasi masyarakat.

“Melalui anggota Komite II daerah perwakilan Jawa Tengah, ternyata ada persoalan yang mengemuka saat aspirasi masyarakat, yakni keresahan warga Tambakrejo terkait tempat tinggal mereka saat ini,” papar Puteh.

Anggota Komite II dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah Denty Eka Widi Pratiwi mengatakan, dirinya menerima aspirasi masyarakat Tambakrejo saat bersilaturahmi dengan warga kampung hunian sementara pada 4 Juni silam. Pada kesempatan tersebut, warga menyatakan keresahan dengan kesepakatan menempati rumah hunian sementara yang saat ini ditempati secara gratis hingga Februari 2022 mendatang.

“Berdasarkan aspirasi yang disampaikan kepada saya, warga merasa waswas dengan ketentuan sewa gratis yang akan berakhir pada Februari 2022. Selain itu mereka keberatan dengan model tempat tinggal yang ditawarkan Pemkot yakni rumah susun (rusun),’’ jelasnya.

Karena model tersebut tidak sesuai dengan mata pencaharian mereka sebagai nelayan. Nelayan ini membutuhkan ruang untuk menjemur jaring dan menyimpan alat tangkap, mereka berharap huniannya adalah landid area, bukan rumah susun.

Denty mengapresiasi warga yang sampai saat ini tetap menjaga lingkungan pemukiman sementara tersebut dengan baik. Meskipun demikian, sudah ada wilayah yang mulai tergenang air rob, terutama di Blok A. Denty meminta semua pihak bersama-sama membahas solusi yang terbaik untuk warga kampung nelayan Tambakrejo tersebut.

Perwakilan warga yang juga Ketua RT Warga Hunian Sementara Tambakrejo, Rohmadi, mengemukakan, pihaknya sangat senang dengan perhatian Komite II DPD RI, terutama aspirasi yang diterima melalui Ibu Denty disambut dengan sangat reaktif.

Menurutnya, warga saat ini sudah sangat berterima kasih dengan fasilitasi hunian sementara yang diberikan kepada warga. “Harapannya kami terus selalu berada di sana, karena sudah cocok dengan mata pencaharian sebagai nelayan,” tukasnya.

Walikota Semarang Hendrar Prihadi menyambut baik sinergitas semua pihak yang memberikan perhatian kepada warga kampung nelayan Tambakrejo.

Dia meminta kepada pihak terkait Pemkot Semarang untuk membentuk tim khusus dalam pendampingan warga Tambakrejo. Langkah tersebut langsung ditindaklanjuti dengan pembentukan tim yang melibatkan Pemkot Semarang, BBWS Pemali Juana, dan Anggota Komite II DPD RI dari Jawa Tengah Denty Eka Widi Pratiwi serta perwakilan dari warga Tambakrejo. She