Agar Banjir di Bandara Ahmad Yani dan Stasiun Tawang Tak Terulang, Menhub: Perlu Dibangun Dam

3 Min Read
Menhub Budi Karya Sumadi. Foto: dok/humas Menhub

SEMARANG (Jatengdaily.com)-  Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik (PUPR) membangun penampungan air atau dam agar nantinya suatu ketika cuaca ekstrem, banjir dan rob tidak terulang lagi. ‘’Sehingga harus ada upaya untuk menyelesaikannya,’’ jelasnya.

Menhub mengatakan saat meninjau dua transportasi publik di Kota Semarang yakni Bandara Ahmad Yani dan Stasiun Tawang, Minggu (7/2/2021). Tinjauan dilakukan usai dua tempat transportasi publik tersebut mengalami kendala operasional usai banjir yang melanda Kota Semarang.

“Saya kesini karena mendengar banjir yang melanda obyek-obyek vital. Maka saya ingin melihat secara langsung agar tindakan yang diambil nantinya bisa kongkrit,” kata Menhub.

Dia meminta Kementerian PUPR membangun penampungan air (DAM) agar nantinya suatu ketika cuaca ekstrem tidak kembali terulang banjir dan rob. Sehingga harus ada upaya untuk menyelesaikannya.

“Di bandara, kami minta Kementerian PUPR membangun dam (penampung air). Istilahnya itu Q100, yang bisa menahan banjir selama 100 tahun. Selain itu, pendangkalan sungai-sungai saya minta dikeruk dan pembuatan tanggul untuk rob juga sudah berjalan,” jelasnya.

Selain itu, Budi Karya juga meminta Angkasa Pura melakukan evaluasi penanganan banjir di bandara. Sebab, dari kapasitas pompa yang sudah ada, terbukti belum mampu mengatasi banjir.

“Kami minta segera dievaluasi. Sedangka untuk Kereta Api, ini unik karena ini heritage, sehingga tidak boleh merubah. Maka tadi pak Gubernur sudah menyampaikan, ada program PUPR tentang pengelolaan manajemen air di daerah sini, agar semua tercover,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengaku pihaknya sudah koordinasi dengan Kementerian PUPR dan hari ini Menhub turun langsung, sehingga berbagai persoalan bisa disampaikan.

“Kemarin pak Basuki sudah ngecek, termasuk peran polder yang ada. Saya usulkan agar ditambah pompanya dan pak Basuki sepakat. Ini sedang proses, mudah-mudahan bisa lebih cepat,” kata Ganjar Pranowo.

Terkait penanganan di bandara Ahmad Yani Semarang dan Stasiun Tawang. Ganjar sudah turun dan menyiapkan apa yang harus dilakukan.

“Kami juga sepakat pak Dirjen SDA untuk membuat design Q100 atau pengelolaan agar 100 tahun kawasan itu tahan menghadapi banjir,” jelasnya.

Termasuk penanganan di Stasiun Tawang, Ganjar juga mengatakan sudah ada mekanisme yang akan dilakukan. Pihaknya akan terus mendorong kerjasama antara pusat, provinsi dan kota dalam percepatan program itu.

“Tapi sambil menunggu itu, kami minta semuanya siaga karena BMKG sudah mengingatkan cuaca ekstrem sampai seminggu,” kata Ganjar Pranowo. Adri-she

0
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Privacy Preferences
When you visit our website, it may store information through your browser from specific services, usually in form of cookies. Here you can change your privacy preferences. Please note that blocking some types of cookies may impact your experience on our website and the services we offer.