Minimalisasi Resiko Penularan, RSU Banyumanik Bedakan Jalur Evakuasi Pasien Covid-19

Seorang nakes sedang merapikan tempat tidur pasien di ruang yang disediakan khusus bagi pasien Covid-19. Foto: dok
SEMARANG (Jatengdaily.com)- Pendemi Covid-19 yang masih menghantui masyarakat. Hal ini apalagi masih ditandainya dengan jumlah pasien yang menunjukkan kenaikan, sehingga memerlukan kewaspadaan tinggi.
Meskipun sudah ada vaksin, namun setiap setiap orang harus mengurangi kegiatan di luar rumah dan selalu menerapkan protokol kesehatan, emmakai amsker, mencuci tangan dengans abung dan air mengalir dan saling menjaga jarak.
Kontak langsung dengan pasien terpapar virus, pun sangat berisiko. Kondisi ini membuat sejumlah tenaga kesehatan di rumahs akit berpikir untuk memberi layanan yang maksimal.
Seperti yang dilakukan Rumah Sakit Umum (RSU) Banyumanik 2, di Jalan Perintis Kemerdikaan, Banyumanik, Kota Semarang yang sengaja membuat jalur khusus yang terpisah antara pasien biasa dengan pasien Covid-19.
Untuk menghindari resiko penyebaran virus antar pasien, rumah sakit di ujung selatan Kota Semarang ini membedakan lift antara pasien umum dengan pasien covid.
“Rumah sakit Banyumanik 2, menyediakan 14 ruang khusus untuk perawatan pasien Covid-19. Pasien dibawa dengan lift yang sengaja kita sekat sehingga terpisah dengan pasien lain,” kata drg Endang Nuriyati, Dirut RSU Banyumanik 2, Jumat (29/1/2021).
Menurutnya, jalur khusus dan ruang perawatan khusus dibuat karena kota Semarang, masih kekurangan ruang perawatan dan ruang UGD untuk pasien covid.
“Tidak saja antar pasien, tapi di bangsal Anyelir yang khusus perawatan bagi pasien covid ruang tunggu perawatnya, kita buat agar tidak kontak langsung,” tambah drg Endang, didampingi Direktur Yayasan Manshurin, Prof Singgih Tri Sulistyono.
Sedangkan Ruang Unit Gawat Darurat (UGD/ICU) disediakan untuk mendukung pemerintah Kota Semarang yang masih kekurangan ruang.
“ICU kita sediakan setelah diskusi dengan Walikota Hendrar Prihadi. Jadi saat kita launching fasilitas yang telah dilakukan perombakan dan penyesuaian untuk ketersediaan perawatan pasien covid,” tambahnya.
Walikota Semarang, Hendrar Prihadi menjelaskan, saat jumlah pasien Covid-19 mengalamai kenaikan, maka dikhawatirkan Kota Semarang bisa sampai kekurangan ruang perawatan.
“Pemkot berterimakasih pada rumah sakit swasta juga mendukung program pemerintah kota sehingga pelayanan kesehatan bagi masyarakat bisa lebih maksimal,” katanya saat RSU Banyumanik 2 melakukan launching perombakan tersebut. Sambutan walikota dilakukan secara virtual dari Balaikota Semarang. She