Workshop Praktek Penyusunan Perangkat Pembelajaran Blended Learning MI Terpadu Darul Ulum 02 Ngembalrejo Bae Kudus. Foto: dok

KUDUS (Jatengdaily.com)- Sebanyak 20 peserta workshop Praktek Penyusunan Perangkat Pembelajaran Blended Learning berasal dari guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) Terpadu Darul Ulum 02 Ngembalrejo Bae Kudus, staf dan mahasiswa PPL IAIN Kudus mengikuti workshop penyusunan perangkat pembelajaran blanded learning, pada Minggu (1/8/2021) secara virtual.

Acara workshop secara virtual tersebut mendapat sambutan baik dari oleh Dr. Amin Kuncoro, SE,M.M, CBV, CGBA, CBA selaku Dosen dari Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang yang juga Wakil Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ITB Semarang, yang juga Seksi Pendidikan Yayasan Lembaga Pendidikan Darul Ulum Kudus. Juga dihadiri oleh  Pengawas Madrasah Kecamatan Bae Kudus Maslikhah, S.Pd.I, M.Pd dan  Komite Seksi Pendidikan MI Terpadu Darul Ulum 02 Ngembalrejo Bae Kudus Khodijah.

Wokshop digagas dan dipandu oleh Riyanto SH salah satu guru di MI Terpadu Darul Ulum 02. Riyanto juga sudah merintis membuat aplikasi pembelajaran daring khusus untuk MI Terpadu Darul Ulum 02 yang dapat diakses oleh anak-anak dari rumah. Sehingga meminimalisir anak-anak untuk mengakses situs yang tidak diperlukan.

‘’Blanded Learning sudah kita laksanakan sejak dulu. Namun baru viral sekarang karena masa pandemi Covid-19. Blended learning merupakan penggabungan antara model pembelajaran face to face dengan daring (online).

Blended learning menjawab permasalahan kekurangan gaya belajar auditori, visual dan kinestetik. Daya tangkap anak-anak auditori, visual dan kinestetik tentu berbeda, apalagi jika guru tidak memfasilitasi dengan model pembelajaran yang bisa diterima dengan baik oleh semua anak, sehingga munculah pembelajaran blended  learning,’’ jelasnya.

Lebih lanjut menurutnya, blanded learning merupakan model pembelajaran yang di dalamnya komplit terdapat media pembelajara (video dan sebagainya). Dalam praktiknya, terlebih  dahulu diberikan arahan oleh guru (via video/voice note/aplikasi google meeting/ google classroom) akan materi dan tugas yang diberikan serta lengkap dengan praktek oleh siswa. Sehingga pembelajaran yang diterima di rumah bisa optimal.

Pada acara wokshop tersebut,  dimulai dengan ice breaking atau acara ringan untuk mencairkan suasana agar riang, oleh Kepala MI Terpadu Darul Ulum 02 Ngembalrejo Bae Kudus Sri Kusmiyarsih S.Ag.

Kemudian acara dianjutkan dengan penjelasan oleh pemateri dan diakhiri dengan praktek pembuatan Rancangan Praktik Pembelajaran (RPP) blanded learning serta pembahasan bersama.

“Dulu kita sudah melalui era digitasi dan digitalisasi, sekarang kita sudah masuk pada era 4.0 yang tak lain tak bukan adalah era transformasi digital, sudah semestinya guru-guru di Indonesia mengikuti era ini. Sehingga perlu adanya workshop, seminar atau pelatihan yang mendukung perkembangan keterampilan guru dalam dunia pendidikan,’’ jelas Riyanto menambahkan. She