Peduli di Saat PPKM, Satpol PP Kota Semarang Berbagi Sembako

Tim Satpol PP Kota Semarang membagikan sembako kepada warga Gisikdrono. Foto:ist

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Satpol PP Kota Semarang membagikan 65 paket sembako kepada warga kurang mampu, pada Senin (26/7). Kali ini yang menerima sembako tersebut warga yang mendirikan rumah tanpa izin di RW 8, Kelurahan Gisikdrono, Kecamatan Semarang Barat (Bawah Jembatan Cakrawala)

Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto SH MM mengatakan kegiatan ini adalah untuk yang ketiga kalinya. Kegiatan ini, kata dia, sebagai bentuk kepedulian kepada lingkungan di masa PPKM.

“PPKM-nya kan sekarang kondisinya ya seperti ini. Kita ingin berbagi kasih. Selama ini kan kita udah maksimal penindakan pelanggar PPKM, maka sekarang saatnya kita berbagi,” kata Fajar.

Melalui pembagian itu, lanjutnya, dia juga ingin memberitahukan kepada warga Semarang bahwa ada kalangan yang kurang beruntung yang tinggal seadanya di bawah jembatan. Dengan harapan, ada banyak pihak yang membantu warga di wilayah itu.

“Kalau ada pihak yang mau berbagi bantuan disini, ya silahkan. Bagaimana pun juga, yang disini kan masih saudara kita semua,” ujarnya

Pembagian sembako ini, kata dia, masih akan terus berlangsung hingga tujuh hari ke depan. Salah seorang warga sekitar,Yanti (54) , bersyukur atas adanya bantuan itu. Ia tak menduga pagi ini akan mendapat sembako. “Seneng banget dapet sembako. sangat bermanfaat untuk keluarga,” ujar Yanti.

Yanti mengakui, pendapatan suaminya terdampak PPKM Darurat beberapa waktu lalu. “Karena PPKM dan pembatasan, Suami saya itu kadang kerja kadang enggak. Jadi pengaruh ke penghasilan,” bebernya

Sementara itu, Ketua RW 8, Kelurahan Gisikdrono, Riyadi mengatakan sembako itu sangat membantu warga setempat. Sebab, sebagian warga di tempat tersebut ada yang tak bisa bekerja.

“Sebenarnya mereka punya pekerjaan. Tapi karena adanya PPKM ibaratnya mereka pingsan sementara. Ini karena ada pembatasan,” kata Riyadi

Pihaknya pun bersyukur atas adanya bantuan itu. Menurutnya bisa meringankan beban warganya. “Sembako ini bisa nguripi warga kami meskipun mungkin hanya untuk beberapa hari,” jelasnya.

Adapun sebagian besar warga di wilayah itu merupakan warga yang bekerja tak menentu seperti tukang batu, tukang bangunan, pekerja meubel rumahan. “Jadi mereka kerja hari ini ya makan untuk hari ini. Kalau enggak kerja ya susah,” tandas dia.st

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here