By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Pembangunan Tol Semarang-Demak, 46 Hektare Mangrove di Sayung Direlokasi
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Pembangunan Tol Semarang-Demak, 46 Hektare Mangrove di Sayung Direlokasi

Last updated: 5 April 2021 16:58 16:58
Jatengdaily.com
Published: 5 April 2021 16:58
Share
Proyek pembangunan Tol Semarang-Demak. Foto: dok/humas prov jateng
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Pembangunan Jalan Tol Semarang – Demak di Provinsi Jawa Tengah hingga kini masih berproses. Pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dalam membangun infrastruktur ini tidak hanya bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan daya saing bangsa, namun juga memperhatikan prinsip kelestarian lingkungan dan keberkelanjutan.

“Prinsip-prinsip pembangunan infrastruktur berbasis lingkungan dan berkelanjutan menjadi komitmen Kementerian PUPR mulai dari tahap survei, hingga, desain, perbaikan tanah, konstruksi, operasi dan pemeliharaan (SIDLACOM),” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dilansir laman kemenpur.

Khusus untuk pembangunan tol Semarang-Demak, upaya penanggulangan dampak negatif terhadap lingkungan dilakukan Kementerian PUPR bekerja sama dengan Pemerintah Daerah. Di antaranya menyiapkan program relokasi lahan mangrove yang berada di sekitar pembangunan Seksi 1 Tol Semarang – Demak ruas Semarang – Sayung. Terdapat 3 lokasi kawasan mangrove yang akan direlokasi dengan luas total kurang lebih 46 hektar.

Sistem akar pohon yang kokoh membantu membentuk penghalang alami terhadap gelombang badai dan banjir. Sedimen sungai dan darat terperangkap oleh akar, yang melindungi daerah garis pantai dan membebaskan erosi.

Selain sebagai paru-paru kota, upaya pelestarian kawasan mangrove tersebut bertujuan untuk mempertahankan fungsi hutan mangrove sebagai habitat flora dan fauna di pesisir Pantai Utara Jawa serta melindungi daerah garis pantai, termasuk mengurangi risiko abrasi.

Seperti diketahui, tol Semarang – Demak dibangun dengan skema Kerja Sama Badan Usaha dengan Pemerintah (KPBU) sepanjang 27 km akan terintegrasi dengan Tanggul Laut Kota Semarang sekaligus untuk menanggulangi rob yang kerap terjadi di Semarang.

Pembangunan Jalan Tol Semarang – Demak terbagi menjadi dua seksi, yakni Seksi 1 (Semarang / Kaligawe – Sayung) sepanjang 10,69 km merupakan dukungan Pemerintah. Sementara Seksi 2 (Sayung – Demak) sepanjang 16,31 km merupakan tanggung jawab Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Pembangunan Perumahan Semarang Demak dengan total nilai investasi sekitar Rp 15,3 triliun.

Pembangunan tol dilaksanakan oleh kontraktor PT Wijaya Karya – PT Pembangunan Perumahan (KSO) dan konsultan supervisi PT Virama Karya. Tercatat hingga 24 Januari 2021, pembangunan Seksi 1 Semarang – Sayung sudah mulai tahap kelinci sekitar 2,29%, sementara progres konstruksi pembangunan Seksi 2 sudah mencapai 36%.

Keberadaan Tol Semarang – Demak akan meningkatkan konektivitas di wilayah Jawa Tangah bagian utara sekaligus terhubung kawasan-kawasan strategis seperti pelabuhan, bandara, kawasan industri, dan kawasan pariwisata, khususnya Demak sebagai kawasan wisata religi. yds

You Might Also Like

Tahun Pelajaran 2020/2021, Madrasah Gunakan Kurikulum PAI Baru
Empat Santri Meninggal dan Puluhan Luka Akibat Robohnya Tembok di Ponpes Pesantren Modern Darussalam Gontor Magelang
Imbas Corona, 2.750 Mahasiswa Undip Dapat Keringanan UKT
Sebanyak 8.536 PKD Terlantik Tancap Gas Awasi Pilkada 2024
Antisipasi Megathrust, Basarnas Latih Anggotanya untuk Tingkatkan Kewaspadaan
TAGGED:kemenpuprmangroverelokasi kawasan mangrovesayung demaktol semarang-demak
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?