Pembunuhan di Hotel Royal Phoenix Semarang Terungkap, Motif Sakit Hati Dihina Korban

Kapolda Jateng Irjen Pol Drs Ahmad Luthfi. Foto: adri

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Kasus pembunuhan seorang perempuan yang menggegerkan Kota Semarang, di Hotel Royal Phoenix berhasil diungkap Tim gabungan Ditreskrimum Polda Jateng dan Polrestabes Semarang.

Pelaku diketahui berinisial O (30), suami siri korban yang ditangkap di Desa Tosari, Kecamatan Jaraksari, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah Kamis (11/2/2021). Sedangkan korban berinisial N (30), berprofesi prostitusi online.

Hal ini disampaikan Kapolda Jateng Kapolda Jateng Irjen Pol Drs Ahmad Luthfi. saat menggelar konferensi pers di Mapolrestabes Semarang, Jumat (12/2/2021).

Kapolda mengatakan, pelaku berinisial O nekat melakukan pembunuhan dengan cara mencekik korban N berulang kali dikarenakan sakit hati dan emosi dicaci maki serta dihina.

“Dengan investigasi jajaran dalam 6 jam bisa kita ungkap pembunuhan. O ini adalah orang Wonosobo motifnya percekcokan antara dua belah pihak karena disinyalir antara korban dan tersangka sudah seperti suami istri bahkan nikah siri dimana motifnya adalah cemburu. Pada suatu saat keduanya cekcok, lalu dilakukan pencekikan kepada korban sebanyak dua kali lalu dibenturkan dilantai dan dimasukkan lemari,” jelas Kapolda.

Hasil pemeriksaan 5 orang saksi diketahui pelaku tunggal OA sakit hati karena dipicu oleh korban yang cemburu terhadap tersangka yang berbicara atau berbincang dengan wanita lain di depan Resepsionis.

“Cemburu karena lakinya ga kerja, lalu pada hari tertentu korban lihat tersangka ngobrol dengan cewek lain, akhirnya korban marah, mencaci maki terus tersangka gelap mata,” imbuh Kapolda.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Iskandar Fitriana Sutrisna menambahkan status tersangka merupakan kekasih korban sekaligus germo yang telah dinikahi secara sirih selama 2 tahun ini. Sementara, korban selama ini mencukupi kebutuhan tersangka dari hasil prostitusi online.

“Saya mengimbau kepada masyarakat dengan beberapa kali ada kriminal seperti ini, kita dari Polda Jateng merespon cepat. Ini bukti ya tidak ada 1 kali 24 jam langsung kita ungkap, kita imbau agar masyarakat tidak berbuat tindak kriminal,” pesan Kabidhumas mendampingi Kapolda Jateng.

Walikota Semarang Hendrar Prihadi, mengucapkan terima kasih kepada jajaran Polda Jawa Tengah yang cepat mengungkap tindak kriminalitas.

“Ini yang menonjol di Semarang termasuk kemarin ada perampokan di jalan Krakatau Semarang, jangan melakukan tindak kriminal di kota Semarang karena polisi akan menindak cepat, mari kita jaga Semarang, aman, nyaman dan kondusif,” pesan Hendrar Prihadi. adriyds

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here