Pembunuhan Sekeluarga di Rembang, Kapolres: Pelaku Diduga Lebih Satu Orang

2 Min Read
Ilustrasi

REMBANG (Jatengdaily.com) –Menyusul kejadian pembunuhan yang merenggut empat nyawa di Desa Turusgede, Kabupaten Rembang, yang menewaskan suami, istri, anak dan cucu tim Penyidik Polres Rembang melakukan pelacakan untuk mencari pelaku pembunuhan.

Kepala Satuan Reserse Dan Kriminal Polres Rembang, AKP Bambang Sugito kepada wartawan, Jumat (5/2/2021) mengutarakan, pihaknya melakukan pencarian jejak pelaku dengan radius sekitar 200 Meter dari rumah korban

Tidak hanya melibatkan anggota reskrim saja, bahkan puluhan orang anggota polisi dari satuan Sabhara dan juga anjing pelacak milik polisi juga ikut membantu mencari di kebun jati maupun kebun tebu di sekitar rumah korban yang juga dijadikan padepokan itu.

Seperti diketahui, empat korban adalah, Ki Anom Subekti (60), Tri Purwati (50, istri), Alfitri Saidatina (13, anak), Galuh Lintang Laras (10, cucu).

Berdasarkan hasil autopsi tim forensik, meninggalnya empat  korban pembunuhan tersebut adalah  akibat hantaman benda tumpul di kepala. ‘’Maka penting mendapatkan barang bukti, apakah berupa kayu, besi atau yang lain, untuk dicocokkan dengan sidik jari di TKP,’’ katanya.

Pembunuhan ini, bukan bermotif pencurian, karena tidak ada barang yang hilang, kecuali ponsel milik suami dan istri tersebut. Itupun  dugaannya, karena ponsel diambil untuk menghilangkan jejak komunikasi korban.

Dugaan sementara menurutnya, pembunuhan berlatar belakang dendam.  Namun sampai Jumat siang, barang bukti yang dicari belum ketemu.

Kapolres Rembang, AKBP Kurniawan Tandi Rongre menjelaskan, kalau melihat kondisi TKP dan banyaknya jumlah korban, pelaku diduga lebih dari satu  orang. Polres Rembang juga diback up Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Jawa Tengah.

Kami sempat menghubungi nomor HP milik salah satu korban, Anom Subekti, Jumat pagi (5/2/2021). Namun tidak terdengar nada sambung.

Polisi juga meminta keterangan pada Sugiyono, warga Desa Turusgede yang sudah 20 tahun ikut membantu Anom Subekti dalam bisnis gamelan. Sugiyono, mengatakan, pda Kamis malam kemarin, dia  sempat melihat ada sepeda motor terparkir di depan rumah korban. Dia menduga itu motor tukang pijat yang biasa memijat almarhum Ki Ano, namun ternyata saat ditanyakan ke tukang pijat, keesokan harinya, tidak ke rumah korban. She

0
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Privacy Preferences
When you visit our website, it may store information through your browser from specific services, usually in form of cookies. Here you can change your privacy preferences. Please note that blocking some types of cookies may impact your experience on our website and the services we offer.