Pemulihan Ekonomi Jawa Tengah di Masa Pandemi

Oleh: Metriana Jovanika, SST
Statistisi Ahli di BPS Provinsi Jawa Tengah

SEJAK terjadinya pandemi pada awal tahun lalu, ekonomi Jawa Tengah mengalami tekanan berat. Namun, pada Triwulan II 2021 ini, secara umum ekonomi Jawa Tengah telah mengalami perbaikan. Rilis Badan Pusat Statistik (BPS) tanggal 5 Agustus 2021 mencatat ekonomi Jawa Tengah Triwulan II 2021 tumbuh sebesar 5,66 persen (y-on-y). Kondisi ini jauh lebih baik dibandingkan dengan Triwulan I 2021 yang pada saat itu mengalami kontraksi.

Ini merupakan titik balik positif untuk pemulihan ekonomi Jawa Tengah pada masa pandemi, setelah sebelumnya selama empat triwulan terakhir ekonomi Jawa Tengah mengalami kontraksi. Arah pemulihan ekonomi pada Triwulan II 2021 ini telah terjadi secara merata, baik dari sisi pengeluaran maupun dari sisi produksi.

Dari sisi pengeluaran, semua komponen tumbuh positif yang menandakan bahwa pada triwulan ini sudah mulai ada perbaikan. Perbaikan tersebut disebabkan oleh peningkatan aktivitas pada seluruh komponen pengeluaran dimana sumbangan terbesar berasal dari ekspor dan investasi.

Kenaikan pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen Ekspor sebesar 34,43 persen (y-on-y). Pertumbuhan ini juga sejalan dengan tingginya ekspor terutama permintaan produk komoditas unggulan di luar negeri. Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) juga tumbuh tinggi sebesar 10,11 persen (y-on-y).

Hal ini seiring dengan membaiknya kondisi perekonomian Jawa Tengah sehingga membuat pelaku usaha meningkatkan kapasitas produksinya pada Triwulan II 2021. Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah juga tumbuh tinggi sebesar 6,72 persen, sejalan dengan adanya komitmen pemerintah dalam penanganan COVID-19 dan strategi pemulihan ekonomi.

Selain itu, komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PKRT) yang berkontribusi tertinggi, dengan share terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebesar 60,83 persen, juga menunjukkan perbaikan dengan tumbuh positif sebesar 4,63 persen (y-on-y). Pertumbuhan ini seiring dengan mulai berjalannya mobilitas masyarakat selama Triwulan II 2021. Selain itu, keyakinan masyarakat terhadap kondisi perekonomian sudah mulai meningkat.

Dari sisi produksi, semua kategori tumbuh positif kecuali kategori Pertanian, Kehutanan dan Perikanan yang pada triwulan ini masih mengalami kontraksi. Pertumbuhan positif ini didorong oleh hampir semua kategori. Hal ini menunjukkan adanya perbaikan sebagai akibat meningkatnya permintaan.

Kenaikan pertumbuhan paling tinggi dicatat oleh kategori Transportasi dan Pergudangan sebesar 85,43 persen (y-on-y) dikarenakan mulai tingginya mobilitas masyarakat. Kemudian disusul oleh kategori Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum yang tumbuh sebesar 20,70 persen (y-on-y). Artinya, telah terjadi peningkatan aktivitas masyarakat pada Triwulan II 2021.

Sementara kategori Industri Pengolahan sebagai kontributor utama ekonomi Jawa Tengah, juga tumbuh tinggi didorong oleh membaiknya perekonomian domestik dan perekonomian global. Hampir seluruh kategori produksi mampu melakukan pemulihan kuat dengan tumbuh positif pada Triwulan II 2021. Kondisi ini menggambarkan bahwa seluruh kategori sudah mulai menggeliat dan berfungsi.

Dampak Varian Delta
Pada akhir Triwulan II 2021 ini telah terjadi peningkatan kasus COVID-19 akibat munculnya varian delta sehingga ekonomi akan terdampak. Tren peningkatan kasus COVID-19 sebagai akibat merebaknya varian delta berpotensi memberi tekanan terhadap ekonomi Jawa Tengah. Ditambah lagi penetapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) juga semakin berpengaruh terhadap ekonomi Jawa Tengah pada triwulan selanjutnya.

Peran pemerintah pada masa pandemi turut mendukung berlanjutnya pemulihan ekonomi dan perbaikan indikator kesejahteraan masyarakat. Dalam hal ini diharapkan berbagai aktivitas dan kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah dapat menekan angka kasus aktif COVID-19. Selain itu, kebijakan yang diterapkan dapat mendorong kegiatan mobilitas masyarakat dengan penerapan protokol kesehatan.

Pemulihan ekonomi dapat terus dilakukan jika COVID-19 varian delta dapat dikendalikan dan seluruh aktivitas ekonomi mulai bisa berjalan secara normal. Program peningkatan penanganan COVID-19 erat kaitannya dengan program pemulihan ekonomi nasional. Tantangan saat ini adalah bagaimana aktivitas masyarakat tetap berjalan tapi COVID-19 bisa dikendalikan. Kuncinya hanya satu yaitu dengan disiplin kesehatan. Dengan disiplin kesehatan, tentunya pemulihan ekonomi dan mobilitas masyarakat dapat mulai dilakukan.

Sehingga, masyarakat bisa melakukan aktivitas ekonomi secara optimal serta untuk mengendalikan pandemi dan melanjutkan momentum pemulihan ekonomi. Harapannya adalah momentum pemulihan ekonomi ini dapat terjaga bahkan apabila seluruh pelaku ekonomi dan masyarakat ikut menjaganya. Maka, pada periode selanjutnya diharapkan perekonomian bisa digenjot ke arah positif kembali. Jatengdaily.com-yds