Perempuan Miliki Peran Ganda di Masa Pandemi

Anggota Komisi E DPRD Jateng, Yudi Indras Wiendarto pada kegiatan penguatan peningkatan produktivitas ekonomi perempuan di Kota Semarang, Selasa (23/2). Foto:ist

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Wanita memiliki peran ganda di masa pandemi Covid 19 ini. Beban yang ditanggung wanita pun, khususnya yang telah berstatus ibu rumah tangga, juga berlipat. Di satu sisi mesti cakap mengatur kebutuhan rumah tangga. Di sisi lain, harus menemani anak saat melakukan pendidikan secara daring. Belum lagi jika ibu rumah tangga juga harus menanggung peran mencukupi keperluan keluarganya.

Anggota Komisi E DPRD Jateng, Yudi Indras Wiendarto mengatakan wanita memiliki potensi yang besar dan multitalent. Secara naluri, wanita bisa melakukan beberapa pekerjaan sekaligus dan itu adalah kelebihan yang bisa dimaksimalkan untuk menghadapi persoalan di masa pandemi ini.

“Tidak perlu mengeluh di masa pandemi ini. Harus kuat dan melihat potensi yang ada di sekitar kita,” ujar Yudi pada kegiatan penguatan peningkatan produktivitas ekonomi perempuan di Kota Semarang, Selasa (23/2).

Acara tersebut diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Jateng. Hadir Kepala DP3AP2KB Jateng, Retno Sudewi. Peserta kegiatan tersebut adalah 25 perempuan pelaku ekonomi yang nantinya akan melatih perempuan lainnya.

Yudi menjelaskan, untuk meningkatkan produktivitas ekonomi mesti melek teknologi. Usaha yang dijalankan pun harus sudah memanfaatkan teknologi guna pengembangannya. Apalagi di masa pandemi ini, dimana interaksi fisik antar manusia dibatasi.

“Ide usaha tidak perlu yang muluk-muluk. Yang ada di sekitar kita. Misal ibu-ibu ini pintar masak makanan tradisional, masak yang enak dan pasarkan secara online. Pasti ramai,” ujar anggota Fraksi Partai Gerindra ini.

Ia menekankan, dalam menjalankan usaha untuk produktivitas ekonomi, tidak pas jika terlalu terfokus pada modal. Justru yang utama adalah menampilkan produk. Jika modal terbatas maka bisa dilakukan dengan bertahap. “Seiring berjalannya waktu, produk diterima pasar dan akan berkembang,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu Yudi juga menyampaikan peranan perempuan dalam persoalan yang dihadapi di Jateng. Yaitu ikut melakukan pemberdayaan dalam wirausaha, mendidik anak, ikut menurunkan angka kekerasan pada perempuan dan anak, menurunkan pekerja anak dan mencegah perkawinan anak.

Sementara itu Kepala, DP3AP2KB Jateng, Retno Sudewi mengatakan upaya pemberdayaan perempuan terus dilakukan. Di masa pandemi ini, Pemprov membuat 17 ribu masker dan dibuat oleh perempuan dan kemudian dibagikan ke kabupaten/kota di Jateng secara gratis. “Perempuan juga harus berperan dalam mencegah perkawinan pada anak,” ujar Retno.

Hadir pula pada acara tersebut, tiga anggota DPRD Jateng lainnya, Agung Budi Margono, Tazkiyatul Muthmainnah dan H Soetjipto. st