in

Pertamina Foundation Dukung Konservasi Tukik di Kebumen

Program Konservasi dan Budidaya Tukik di Klirong Kebumen. Foto: ist

KEBUMEN (Jatengdaily.com) – Pertamina Foundation kembali berkolaborasi dengan BenihBaik dalam menginisiasi program berkelanjutan, untuk mendukung kelestarian lingkungan dan mengembangkan support system dengan peningkatan kesejahteraan ekonomi keluarga pada lingkungan tersebut.

Program Konservasi dan Budidaya Tukik dan Program Pemberdayaan Desa & Wanita Terpadu ini diterapkan di Kebumen, khususnya di Desa Jogosimo, Kecamatan Klirong, Kabupaten Kebumen. Program CSR ini didukung pendanaan sepenuhnya oleh Pertamina sebesar Rp 245 juta dan diharapkan ke depannya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dengan mengembangkan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dimiliki.

Seremoni peluncuran konservasi tukik diselenggarakan pada Selasa (16/11/2021) di Kantor Dinas Bupati, Jalan Mayjend Soetoyo, Kebumen. H. Arif Sugiyanto, S.H. selaku Bupati Kebumen , Agus Mashud S. Asngari selaku Presiden Direktur Pertamina Foundation, dan Andy F Noya, Founder & CEO BenihBaik turut hadir dalam acara tersebut.

“Sekarang ini Kabupaten Kebumen memiliki kawasan konservasi hutan mangrove sekitar 2 Ha dan juga kawasan penangkaran tukik. Keberadaan kawasan konservasi ini membuat masyarakat tergerak untuk ikut andil mendukung kelestarian tukik,” ujar H. Arif Sugiyanto, S.H., Bupati Kebumen

Menurutnya, dalam masa pandemi ini, Kabupaten Kebumen mengalami masalah pengangguran terutama yang berasal dari kalangan anak muda. Untuk mengurangi pengangguran kami berinisiatif memberikan pelatihan kepada para anak muda untuk berperan dalam merakit handphone dan solar panel. “Kolaborasi yang sekarang ini dilakukan bersama Pertamina Foundation dan Benih Baik ini dapat membuat anak-anak muda di Kabupaten Kebumen bisa terus menghasilkan karya,” jelasnya.

Presiden Direktur Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari mengatakan program konservasi tukik ini penting untuk dilakukan, mengingat berdampak juga pada kelestarian biodiversity di Kabupaten Kebumen. Seperti kita ketahui bersama, Penyu merupakan penyeimbang kelestarian laut dengan mengendalikan ubur-ubur yang merupakan predator anak ikan, memangsa spons laut yang merupakan predator terumbu karang dan penyu dapat mempunyai usia sampai ratusan tahun.

“Program konservasi tukik yang sedang berjalan berkaitan dengan biodiversity atau keanekaragaman hayati yang harus kita lestarikan. Apabila program konservasi ini dikembangkan suatu saat ini akan menjadi destinasi wisata lingkungan bagi banyak orang untuk datang dan mempelajari lebih dalam mengenai tukik. Kepedulian yang diberikan Pertamina Foundation tidak bisa terlepas dari kolaborasi dengan Benih Baik dan Pemda Kabupaten Kebumen. Harapan saya adalah semakin banyak kolaborasi yang kita lakukan ke depannya dan saya yakin sekali Pertamina Foundation memiliki opportunity untuk melakukan itu,” jelas Agus.

Program penangkaran tukik perlu dikelola dengan baik. Peran serta seluruh pihak Kabupaten Kebumen dibutuhkan agar program dapat berkembang dengan maksimal. Andy F. Noya selaku Founder & CEO BenihBaik turut memberikan masukan bagi masyarakat untuk memanfaatkan teknologi bagi perkembangan program.

“Saat ini eranya adalah era keterbukaan teknologi digital yang semakin mudah diakses. Produk-produk Kebumen ini bisa dipasarkan go internasional bukan lagi nasional. Tinggal konsistensi dari pemerintah daerah dan masyarakatnya untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas produk. Saya berterima kasih kepada Pertamina Foundation karena sudah diajak serta dalam kegiatan ini. Mudah-mudahan kerja sama ini bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya dan bisa berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tutup Andy.

Tidak hanya program konservasi tukik saja yang didukung oleh Pertamina dan Pertamina Foundation dalam kegiatan PFseries. Ibu Robitoh merupakan salah satu pemenang kompetisi PFmuda yang mengangkat isu pentingnya masker transparan yang dapat membantu teman tuna wicara untuk tetap dapat berkomunikasi dalam masa pandemik walau tertutup dengan masker.

Kemudian Ibu Titin dan kelompok womenpreneur yang berinovasi membuat makanan sate ambal dalam kemasan yang awet dan tahan lama sehingga dapat dijadikan oleh-oleh/buah tangan, serta Ibu Irma Suryati, penggiat teman disabilitas yang menjadi inspirasi dan mentor bagi teman tuna daksa untuk dapat aktif dan produktif menghasilkan produk kesed sampai manca negara. yds

Written by Jatengdaily.com

Jajal Mobil Listrik, Presiden Dorong Pembangunan Ekosistem Mobil Listrik

Kepala BNPB Mayjen Suharyanto Siap Respon Cepat saat Terjadi Bencana