in

Peserta Kemah Sastra Indonesia 2021 Bikin Buku Antologi Bertema Baturaden

Para sastrawan, guru, dan peminat sastra dari berbagai daerah di Indonesia foto bersama usai kegiatan. Foto:ist

BANYUMAS (Jatengdaily.com) – Pemerintah Kabupaten Banyumas mendukung kegiatan Kemah Sastra Indonesia 2021 yang diselengarakan di Baturaden Adventures Forest Resort, Purwokerto. Kegiatan yang dilaksanakan Dewan Kesenian Jawa Tengah bekerja sama dengan Yayasan Cinta Sastra Jakarta itu diikuti oleh puluhan sastrawan, guru, dan peminat sastra dari berbagai daerah di Indonesia. Tampil sebagai pembicara Kepala Balai Bahasa Jawa Tengah Ganjar Harimansyah dan Kepala Pusat Studi Budaya Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata Kabupaten Banyumas Ir. H. Destiato ketika memberikan sambutan dan membuka kegiatan tersebut baru-baru ini menyatakan gembira dan mengapresiasi Kemah Sastra Indonesia 2021. Hal ini sekaligus menjadi promosi wisata budaya Baturaden yang menjadi salah satu destinasi wisata Indonesia.

“Apalagi setelah selesai akan dihasilkan buku kumpulan karya sastra peserta dengan tema tentang Baturaden, baik menyangkut alam, budaya, cerita rakyat, maupun kearifan lokalnya. Karena itu, Pemkab Banyumas sangat mendukung dan mengucapkan selamat atas kegiatan ini,” kata Destiato pada pembukaan kegiatan yang dihadiri juga Rahman Affandi dari Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Banyumas itu.

Menurut Destiato, Pemkab Banyumas memiliki perhatian sangat besar terhadap upaya pengembangan dan pembinaan kesenian maupun kebudayaan. Kesenian-kesenian tradisional yang langka oleh pemkab diupayakan untuk dihidupkan kembali atau dilestarikan. Upaya revitalisasi kesenian langka itu memang tidak mudah, namun pemerintah daerah harus melakukannya.

Ketua Umum Dewan Kesenian Jawa Tengah (DKJT) Gunoto Saparie mengatakan, Kemah Sastra Indonesia 2021 bertujuan untuk memberikan wadah bagi aktivitas dan kreativitas para peserta di bidang sastra. Selain itu, juga bisa menjadi sarana silaturahmi, ajang tukar informasi, perluasan jejaring antarpeserta.

“Sedangkan mengenai buku antologi karya sastra para peserta yang disusun, bukan hanya puisi, namun juga cerita pendek dan esai. Namun, biasanya karya puisi lebih banyak. Mungkin karena membikin puisi lebih mudah dibandingkan dengan mencipta karya genre lain,” tambahnya seraya menyatakan kemungkinan sastrawan di luar peserta Kemah Sastra Indonesia 2021 di Baturaden untuk ikut berpartisipasi mengirimkan karya-karya mereka.

Kemah Sastra Indonesia 2021 selain diwarnai dengan diskusi sastra dan pembacaan puisi, juga diisi dengan sejumlah permainan, jalan santai, juga menebarkan benih ikan di sungai. Acara yang paling seru adalah ketika para peserta mandi di sungai yang jernih namun sangat dingin itu.st

 

 

Written by Jatengdaily.com

Nikah Gampang, Cerai juga Gampang

Grand Launching RSI-Sultan Agung Banjarbaru