Petani Tembakau Temanggung Gelar Ritual Tolak Bala, Tolak Kenaikan Cukai 2022

Petani tembakau Temanggung memanjatkan doa, menolak rencana kenaikan cukai tembakau. Foto: ist

TEMANGGUNG (Jatengdaily.com) – Rencana kenaikan cukai hasil tembakau (CHT) pada tahun 2022 mendapat reaksi dari kalangan petani tembakau.

Gerbang Tani Temanggung, Jawa Tengah, bersama koalisi petani tembakau, Gapoktan dan pedagang tembakau di Temanggung tepatnya lereng gunung Sumbing menggelar ritual tolak bala dan doa bersama agar pemerintah membatalkan rencana tersebut.

Ritual tolak bala digelar di pendapa kompleks Tuk Budaya, Desa Losari, Kecamatan Tlogomulyo, Kabupaten Temanggung, Jumat (3/9/2021 ) sore diikuti puluhan petani tembakau.

Ritual dimulai dengan pembakaran kemenyan oleh sesepuh desa Losari, kemudian dilanjutkan dengan doa Bersama.

Menurut Ketua Gerbang Tani Temanggung yang sekaligus menjadi koordinator acara, Noer Ahsan, ritual tolak bala ini sebagai wujud kekecewaan petani tembakau akan rencana kenaikan cukai tembakau yang diwacanakan pemerintah.

“Dalam tiga tahun terakhir, setiap akan masuk musim panen tembakau, selalu digulirkan wacana kenaikan cukai, hal itu merupakan malapetaka bagi petani, menambah penderitaan petani di kala pandemi ,” katanya melalaui siaran persnya.

Ia menambahkan dengan wacana tersebut jelas perusahaan akan mengurangi biaya produksi salah satunya adalah pembelian bahan baku tembakau. Imbasnya tembakau di petani tidak terserap, jika terbeli harganya akan sangat rendah.

“Dengan doa bersama tolak bala ini kami meminta kepada sang Pencipta agar membuka mata pemerintah membatalkan niat menaikan CHT di tahun 2022,” imbunya.

Noer Ahsan menerangkan, selain dibatalkannya kenaikan cukai petani juga berharap agar pemerintah juga membatasi kran impor tembakau luar negeri, dan simplifikasi cukai.

“Kenaikan dan simplikasi cukai serta impor tembakau merupakan bencana buat petani tembakau, semoga dengan doa bersama ini hal hal tersebut tidak terjadi,” harapnya. yds