By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Peternak Ayam Broiler di Boyolali Kesulitan Jual Hasil Panen Saat PPKM
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Peternak Ayam Broiler di Boyolali Kesulitan Jual Hasil Panen Saat PPKM

Last updated: 23 Juli 2021 10:45 10:45
Jatengdaily.com
Published: 23 Juli 2021 10:45
Share
Kandang ayam milik salah satu peternak ayam broiler atau ayam potong di Desa Pusporenggo tampak kosong, menurut pemilik peternakan Radityo Herlambang pengiriman bibit ayam (doc broiler) sedikit terganggu adanya PPKM. Foto: humas Magelang
SHARE

BOYOLALI (Jatengdaily.com)– Dampak adanya Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) serta Gerakan Masyarakat Boyolali di Rumah Saja di Kabupaten Boyolali, dirasakan para peternak ayam potong atau ayam broiler. Sebab, selama masa PPKM dan Gerakan Boyolali di Rumah tiap hari Minggu, mengakibatkan penyerapan hasil panen di pasar menjadi turun.

Hal tersebut dikeluhkan para peternak ayam broiler di Desa Pusporenggo, Kecamatan Musuk. Salah satunya yakni Radityo Herlambang yang mengatakan, penyerapan hasil panen ayamnya kini menjadi lebih sedikit karena daya beli masyarakat yang sedikit. Terlebih kini kegiatan masyarakat seperti hajatan telah dibatasi oleh pemerintah. Sehingga biaya operasional ikut membengkak.

“Awal PPKM pasar dibatasi bahwa tiap hari Minggu tutup, penyerapan lebih sedikit untuk konsumsi di pedagang pedagang lebih sepi. Peternak terkena dampak, otomatis biaya pengeluaran lebih tambah setrum pulsa listrik nambah terus karena kita pakai blower, pakai listrik,” katanya saat dijumpai di kandang ayam broilernya, Kamis (22/7/2021).

Sebelum pandemi Covid-19 menyebar, 9.000 ayam broiler miliknya bisa panen setiap dua hingga tiga hari sekali. Setelah pandemi Covid-19 melanda Kabupaten Boyolali, pihaknya mampu panen 30 hingga 35 hari. Namun, kini dia baru bisa memanen ayamnya hingga 45 hari karena PPKM Darurat. Meski masih mendapat laba, namun keuntungannya menjadi berkurang sekitar Rp 5 juta di setiap panen karena proses panen yang lama.

“Ayam sudah proses panen, pembeli dibatasi, pasar pasar dibatasi, tutup, jadi penyerapannya yang susah untuk keluar ayam,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Desa Pusporenggo, Alif Muktiyana terus memberikan dukungan kepada sepuluh peternak ayam di wilayahnya.

“Mudah-mudah mereka tetap bertahan menghadapi suasana yang tidak menentu ini dan sabar. Tetap melanjutkan usahanya, tidak patah semangat sehingga tidak berhenti. Mereka ada harapan penghasilan setiap hari,” harapnya. she 

You Might Also Like

Presiden Resmikan Bandara Ngloram di Blora
Wakil Gubernur Akpol Selesaikan S2 di USM
Bupati Demak Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Terdampak Banjir di Sayung
Semen Gresik Kembali Raih 3 Paten dari Kemenkum HAM, Buktikan Keunggulan Inovasi Perusahaan
Satgas PEN Pastikan Masyarakat Termiskin Terima Bantuan
TAGGED:ayam broilerpeternak ayam kesulitanPPKM
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?