in

Ponpes Life Skill Daarun Najaah Membangun Semangat Santri

Dr. KH. Ahmad Izzuddin, M. Ag membuka acara Lomba Musik Religi Haflah Akhirussannah Pesantren Life Skill Daarun Najaah ke-9 di Lapangan Rukun Tetangga (RT) 10 Kelurahan Wonosari, Semarang. Foto.dok

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Pesantren Life Skill Daarun Najaah kembali menggelar Lomba Musik Religi sebagai rangkaian Gebyar Haflah Akhirussannah ke-9, Jumat (26/03). Tercatat, 20 perwakilan Santri Life Skill turut tampil memeriahkan acara yang berlangsung di malam hari itu dengan konsep solo maupun grup.

Lomba Musik Religi merupakan satu diantara empat belas rangkaian kegiatan dalam Haflah Pesantren Life Skill Daarun Najaah yang berlangsung di pekan kedua. Kedepannya masih ada rentetan acara besar hingga tanggal 29 April 2021. Gebyar ini tidak hanya diikuti oleh santri lokal dari pesantren penyelenggara, namun juga terbuka untuk umum dan bertaraf nasional, seperti Lomba Da’i dan Sholawat Virtual serta Webinar Nasional Sharing Beasiswa Studi di Belanda.

Foto bersama pengasuh, dewan juri dan sepuluh finalis Lomba Musik Religi Pesantren Life Skill Daarun Najaah Foto:dok

Dr. KH Ahmad Izzuddin, M.Ag selaku pengasuh pesantren mengaku senang dan berterimakasih kepada pihak kelurahan atas izin terselenggaranya acara. Beliau memotivasi santri untuk tetap bersemangat dan mematuhi protokol kesehatan di masa pandemi ini.

“Semoga dalam lomba ini, kita mendapatkan Hikmah dan Ridho Allah. Apapun jika diniatkan dg baik, InsyaAllah ibadah, termasuk ajang lomba musik religi ini,” ungkapnya dalam pembukaan acara.

Lomba Musik Religi yang berakhir sekitar pukul 22.30 WIB itu ditutup dengan pengumuman juara dan foto bersama. Ahmad Nurseha, S.H selaku dewan juri dari UKM Teater Asa UIN Walisongo Semarang sempat menyumbang sebuah lagu dengan iringan musik dari santri. Turut hadir Gus Farhan Najih Azizi dari Keluarga Ndalem yang juga menilai penampilan santri.

“Setiap peserta memiliki kelebihan masing-masing, ada yang memiliki kelebihan di bagian vokal dan ada yang kurang di bagian lain. Saya berharap peserta yang belum mendapatkan juara bisa lebih optimis dan mencoba kembali di tahun depan. Ungkap Ali Azhar, S.Hi, satu tokoh di Kelurahan Wonosari yang juga menjadi dewan juri.

Sebelum acara berakhir, dewan juri mengumumkan sepuluh peserta terbaik hasil penilaian. Farah Ayu, santri dari Pati Jawa Tengah merasa antusias dan senang dalam memeriahkan acara. Dia berhasil menyabet juara satu setelah menyanyikan lagu berjudul “Aku Ingin Jadi Hafidz Qur’an”.

Ketua penyelenggara acara, Muhammad Adib Abdul Haq bersyukur Lomba Musik Religi telah berjalan dengan lancar. “Diharapkan, lomba ini tidak hanya sebagai ajang bersenang senang. Namun juga sebagai bentuk kontribusi dakwah pesantren untuk masyarakat melalui lagu rohani dan keislaman,” ucapnya di tengah kemeriahan acara.Kontributor Kismunthofiah, Santri Life Skill Daarun Najaah–st

Written by Jatengdaily.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GIPHY App Key not set. Please check settings

Pemkab Semarang Akan Bangun Pengolahan Sampah Terpadu di Tiap Kecamatan

FORWAN Siap Gelar Mubes Pertama 3-4 April 2021