PPSDM Migas dan IMSO UNDIP Gelar Diskusi Proyeksi Pengembangan SDM Migas

Diskusi virtual PPSDM Migas dan IMSO UNDIP membahas pengembangan SDM Migas. Foto: ist

CEPU (Jatengdaily.com) – PPSDM Migas (Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan gas Bumi) menerima kunjungan dari IMSO (Ikatan Mahasiswa Studi Offshore) Universitas Diponegoro secara virtual pada Kamis (12/8/21).

Agus Alexandri, Sub Koordinator Program PPSDM Migas menerima kunjungan ini dengan tangan terbuka dan mengapresiasi kreativitas para mahasiswa dengan mendirikan organisasi IMSO ini.

“Saya sangat mengapresiasi teman – teman mahasiswa yang sangat kreatif dengan mendirikan organisasi IMSO sebagai ajang bertukar pikiran dan melebarkan jejaring di dunia oil and gas,” ungkap Agus.

Pada kesempatan ini, Agus menjelaskan mengenai pengembangan SDM sub sector migas untuk tahun 2020 – 2024. Ia menjelaskan bahwa pembangunan migas dengan menjamin ketersediaan migas untuk kebutuhan dalam negeri untuk segmen pengguna. Selain itu adanya pemerataan akses migas di seluruh Indonesia serta pengelolaan migas yang berkelanjutan untuk mendukung keberlangsungan kegiatan perekonomian nasional.

“Kegiatan migas ini diwujudkan dalam Proyek Strategis Nasional untuk upstream migas terdapat 33 projects terdiri dari 19 proyek offshore dan 14 onshore dengan target 1.1 million BOEPD dengan investasi sebesar US$ 43,8 Billion. Karena seperti kita tahu bahwa tantangan pengembangan lapangan minyak dan ga sbumi di Indonesia pada saat ini tidka hanya yang berlokasi di darat tetapi juga di offshore,” ungkap Agus.

Setelah itu Agus menjelaskan tentang proyeksi kebutuhan tenaga kerja dalam pembangunan jargas nasional, jumlah peserta pelatihan industry, peserta sertifikasi, pelatihan aparatur dan pelatihan masyarakat sebagai salah satu program CSR dari Kementerian ESDM.

Menutup penjelasannya, ia menambahkan bahwa dunia sector minyak dan gas bumi tak hanya sector nasional tetapi internasional mempunyai tentangan yang cukup besar. “Oleh sebab itu PPSDM Migas akan melakukan penambahan peralatan onshore and offshore training center,” ungkapnya.

Santi Oktaviani, Marketing Official PPSDM Migas menjelaskan bahwa sinergi antara PPSDM Migas dnegan Perguruan Tinggi telah dimulai dengan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang telah dicanangkan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, Nadiem Makarim.

“Sinergi antara PPSDM Migas dan Perguruan Tinggi diharapkan nantinya menajdi mitra strategis untuk pengembangan SDM untuk konsentrasi kemigasan. Selain itu hasil sinergi dengan PPSDM Migas adalah sebagai pendamping kompetensi mata kuliah melalui pelatihan dan sertifikasi kompetensi. Yang ke-tiga adalah PPSDM Migas dapat dijadikan temapt magang atau PKL (Praktek Kerja Lapangan) serta Perguruan Tinggi dapat menajdi Tempat Uji Kompetensi LSP PPSDM Migas yang nantinya akan mencetak tenaga kerja yang komptensi begitu lulus dari perguruan tinggi,” tutup Santi.

Santi menjelaskan ada banyak peluang kerja sama antara PPSDM Migas dengan IMSO dan bahkan saat ini PPSDM Migas juga sedang menjajaki program kerja sama dengan Universitas Diponegoro yang diharapkan akhir Oktober 2021 ini sudah dapat terealisasi. yds