Ilustrasi: Warga menyaksikan siaran TV Digital. Foto: Kominfo

SEMARANG (Jatengdaily.com)-Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bakal melakukan revolusi untuk masyarakat dalam menonton televisi. Rencananya Kominfo akan melakukan peralihan televisi analog ke televisi digital.

Untuk itulah, belakangan peralihan ini sedang disosialisasikan dengan gencar. Perwakilan Kominfo Pusat sebagai Tim Gugus Tugas Migrasi TV Analog ke TV Digital, Haryo, saat ini sedang sibuk melakukan sosialisasi ke banyak pihak.

Salah satu yang dilakukan Haryo adalah dengan melakukan sosialisasi ke Jawa Tengah dengan cara menyampaikan lewat salah satu TV. “Ini saya dalam rangka melakukan sosialisasi,” ujar Haryo.

Program peralihan ini, lanjut Haryo, sebetulnya bertujuan untuk meningkatkan kualitas siaran untuk masyarakat.

Masyarakat Indonesia sudah sejak tahun 1962 menggunakan tv analog, sementara di luar negeri, banyak Negara sudah migrasi ke tv digital sejak tahun 2000.TV Digital Punya Banyak Keunggulan

Haryo kemudian membandingkan, tv digital punya banyak keuntungan, baik dari segi suara yang lebih jelas dan gambar yang lebih bersih.

“Kalau analog kan mudah sekali terganggu cuaca dan kondisi geografi dan faktor lainnya karena pakai antena,” ucapnya.

Terlebih keunggulan tv digital adalah pada variasi programnya. Haryo yakin setelah tahu bagaimana tv digital, masyarakat tidak akan kembali ke tv analog.

Tidak cukup hanya itu tv digital dari segi lembaga penyiaran akan lebih efisien. Kalau dulu lembaga penyiaran harus menggunakan satu lembaga satu stasiun pemancar kini bisa berbagi.

Satu stasiun pemancar bisa digunakan untuk berbagai lembaga penyiaran. “Tak hanya tv milik negara, tv swasta juga sudah banyak beralih ke digital,” paparnya.

Peralihan dari tv analog ke tv digital ini sebetulnya sudah direncanakan Kominfo sejak tahun 2021. Namun dikarenakan ada persoalan dasar hukum, prosesnya terhambat.

Kemudian setelah terbit perubahan undang-undang penyiaran tahun 2020 program itu bisa dilanjutkan kembali. “Ditambah ada pandemi sosialisasinya juga terhambat, jadi ini kami gencarkan lagi, ” ucapnya.

Nantinya Kominfo akan serentak melakukan sosialisasi di 341 Kabupaten/Kota seluruh Indonesia. Program itu juga diharapkan mampu meningkatkan siaran budaya lokal dan kesenian tradisional. “Jadi silahkan masyarakat Jateng kalau mau coba siaran digital,” tuturnya.

Peralihan dari digital ke analog kata Haryo tidak susah bahkan tidak perlu mengganti tv. Cukup cek televisi apakah sudah mendukung siaran digital. Kalau tv masih analog cukup membeli alat baru berupa set top box dengan harga sekitar Rp 200 ribu.

“Jika kesulitan mengubah tv analog ke digital bisa menghubungi kami ke call center 159. Atau ke akun-akun media sosial kami,”

Haryo menambahkan jika Jawa Tengah jadi salah satu daerah yang ditargetkan untuk mengikuti perubahan ini. Targetnya mencakup semua wilayah di Jawa Tengah.

“Namun tampaknya untuk Wonogiri belum bisa langsung karena lokasi daerahnya belum mendukung,” tambahnya.

Sementara untuk Kota Semarang sendiri ditargetkan akan melakukan peralihan pada bulan Agustus 2022. “Di bulan itu ditargetkan semua sudah beralih,” ucapnya.

Batas terakhir penggunaan tv analog dilakukan pada 2 November 2022. Namun tak semua daerah sama nantinya disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah.

Ada beberapa tahap untuk penghentian siaran digital, tahap pertama pada 30 April 2022. Untuk tahap kedua 25 Agustus 2022 lalu tahap ketiga 2 November 2022. “Selepas itu siaran analog akan diputus total,” pungkasnya. adri-she